Direktur Kenavigasian Ditjen Hubla Hengki Angkasawan. Foto: hubla/katakini.com
JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mendiskusikan implementasi E-Pilotage di perairan Indonesia di Jakarta, Selasa (14/12/2021).
Direktur Kenavigasian, Hengki Angkasawan menyebutkan inovasi seperti pelaksanaan E-Pilotage di perairan Indonesia ini dapat menunjukkan peran aktif Indonesia sebagai anggota dewan IMO, terutama setelah Indonesia berhasil terpilih kembali sebagai anggota dewan kategori C periode 2022-2023.
"Pelaksanaan kegiatan studi E-Pilotage ini adalah sebagai tindaklanjut dari program quick wins Direktorat Jenderal Perhubungan Laut," ujar Hengki melalui keterangan tertulis yang diterima katakini.com.
Hengki mengungkapkan bahwa E-Pilotage merupakan bagian dari E-Navigation yang sedang dikembangkan oleh IMO dan The International Association of Marine Aids to Navigation and Lighthouse Authorities (IALA) di mana dalam 16 maritime services yang sedang dikembangkan dalam kerangka E-Navigation, salah satunya adalah terkait dengan pilotage services.
"Perlu diketahui juga bahwa dalam studi ini telah dilaksanakan benchmarking secara virtual dengan narasumber baik di dalam mau pun di luar negeri, salah satunya terkait implementasi remote pilotage di Finlandia," ungkap Hengki.
Hengki berharap diskusi ini mendapatkan masukan tambahan dalam penyusunan laporan akhir pelaksanaan studi E-Pilotage di perairan Indonesia.
Output yang diharapkan dari studi ini adalah teridentifikasinya kebutuhan Indonesia dalam konsep E-Pilotage, teridentifikasinya modalitas dan kebutuhan infrastruktur dan peralatan untuk mengembangkan konsep E-Pilotage, dan tersusunnya draft regulasi yang terkait dengan payung hukum pelaksanaan E-Pilotage di Indonesia.