• News

Turki dan AS Adakan Pembicaraan Kedua Masalah F-35 Beberapa Bulan ke Depan

akhyar | Senin, 01/11/2021 21:25 WIB

Turki dan AS Adakan Pembicaraan Kedua Masalah F-35 Beberapa Bulan ke Depan Pesawat tempur F-35 Joint Strike Fighter (foto:news.az )

Katakini.com,- Delegasi dari kementerian pertahanan Turki dan AS berencana untuk mengadakan pertemuan kedua mengenai masalah F-35 di Washington dalam beberapa bulan, sumber Kementerian Pertahanan Turki mengatakan Senin.

AS dan Turki mengadakan putaran pembicaraan lain yang bertujuan untuk menyelesaikan perselisihan tentang penghapusan Ankara dari program F-35 Joint Strike Fighter, Pentagon mengumumkan Rabu lalu.

Di akhir pertemuan, disepakati bahwa negosiasi akan berlanjut, kata sumber itu, menambahkan: "Pertemuan pertama diadakan. Kedua belah pihak mempresentasikan perspektif dan posisi mereka masing-masing. Pertemuan kedua direncanakan akan diadakan di Washington pada beberapa bulan ke depan. Dalam pembicaraan, metode untuk solusi masalah dibahas."

Menanggapi pertanyaan apakah masalah terkait kembalinya Turki ke program F-35 juga akan dibahas dalam pertemuan tersebut, sumber tersebut mengatakan:“Kami telah mengajukan posisi kami. Kami memiliki pendapat, pertama, untuk kembali ke Program F-35, dan kedua, untuk mengirimkan pesawat yang dialokasikan jika ini tidak terjadi, uang yang kami bayarkan akan dikembalikan. Negosiasi akan berlanjut dalam konteks ini."

Mengenai tuduhan bahwa "jet Rusia dikerahkan ke Qamishli di timur laut Suriah, sumber mengatakan: "Ada beberapa gambar yang beredar di media sosial. Gambar-gambar ini hanya untuk aktivitas yang dilakukan pada hari itu. Ini tentang pendaratan pesawat dan kemudian pergi. Tidak ada penyebaran. "

Mengenai pasokan SAMP-T (Surface-to-Air Missile Platform/Terrain), sumber mencatat bahwa selain pengembangan sistem dalam negeri, pekerjaan pasokan sistem pertahanan udara terus berlanjut.

AS di bawah mantan Presiden Donald Trump mengeluarkan Turki dari program pesawat tempur siluman F-35 pada tahun 2019 karena pembelian sistem anti-udara S-400 canggih Rusia oleh Ankara, yang menurut pejabat AS menimbulkan risiko bagi F-35, termasuk kemungkinan bahwa Rusia diam-diam bisa menggunakan sistem untuk mendapatkan rincian rahasia pada jet.

Turki telah mempertahankan itu hanya beralih ke sistem Rusia setelah gagal mencapai persyaratan selama negosiasi yang berlarut-larut dengan AS atas akuisisi sistem rudal permukaan-ke-udara Patriot Raytheon.

Ankara juga mengatakan S-400 tidak menimbulkan risiko bagi F-35.

Turki memesan sekitar 100 F-35, dan sektor pertahanannya berperan penting dalam pengembangan dan pembuatan jet tempur generasi kelima.(AA)

Keywords :


F 35 AS
.
S 400 Turki
.