Sebuah foto dari kantor Angkatan Darat Iran menunjukkan peluncur rudal anti-rudal menembakkan salvo selama latihan militer gabungan antara tentara dan Korps Pengawal Revolusi Islam. (Foto: CNA)
TEHERAN – Militer Iran berhasil menguji pertahanan anti-rudal terhadap serangan sensitive selama sesi latihan perang di Iran Tengah.
Hal itu Iran lakukan setelah Israel dan AS memperingatkan tentang program nuklirnya.
“Pertahanan udara negara itu dipersiapkan dengan sempurna untuk melindungi instalasi sensitif dan vital melalui sistem pertahanan berlapis-lapis,” kata Jenderal Amir-Qader Rahimzadeh, komandan pangkalan udara Hazrat Khatam al-Anbiya di Semnan, dikutip oleh kantor berita Fars.
Latihan, yang dimulai pada hari Selasa, menggabungkan sistem pertahanan "Majid" tentara dengan sistem "Dezful" dari Korps Pengawal Revolusi elit untuk menghancurkan rudal jelajah yang masuk.
Dilansir dari CNA, latihan tersebut dilakukan menjelang kunjungan seorang utusan Uni Eropa ke Iran pada hari Kamis untuk mengkordinasikan pembicaraan tentang memperbaiki kesepakatan nuklir yang bermasalah antara Teheran dan negara-negara besar termasuk Amerika Serikat.
Utusan Uni Eropa Enrique Mora akan mengunjungi Iran dengan tekanan yang meningkat dari negara-negara Eropa, serta dari pemerintahan Biden, untuk memulai kembali negosiasi dengan cepat tentang kembalinya AS ke kesepakatan nuklir 2015.
Iran telah berulang kali mengatakan bahwa pihaknya siap untuk melanjutkan pembicaraan "segera".