• News

Lee Nak-yon Akui Kekalahannya dalam Pemilihan Calon Presiden dari Partai Demokrat

| Rabu, 13/10/2021 21:05 WIB

Lee Nak-yon Akui Kekalahannya dalam Pemilihan Calon Presiden dari Partai Demokrat Song Young-gil, pemimpin Partai Demokrat yang berkuasa, tiba di Majelis Nasional untuk menghadiri pertemuan tertutup mengenai hasil-hasil primer yang disengketakan. (Foto: The Korea Herald)

SEOUL - Mantan Perdana Menteri Lee Nak-yon mengakui kekalahan dalam pemilihan pendahuluan calon presiden yang akan diusung oleh Partai Demokrat di Korea.

Sebelumnya Lee tidak terima dengan kekalahannya dan mengajukan banding dengan mengadakan pemilihan ulang, namun usahanya tersebut ditolak oleh pihak partai.

Lee mengatakan dia menerima hasil pemilihan pendahuluan presiden dan mengirim pesan ucapan selamat atas kemenangan Gubernur Provinsi Gyeonggi Lee Jae-myung.

"Saya menghormati keputusan komite urusan partai," kata Lee dalam pernyataan publik yang diposting di Facebook-nya.

Lee juga berjanji untuk "berjuang" untuk kemenangan partai dalam pemilihan presiden mendatang dan merenungkan perannya dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi partai dan mendapatkan kepercayaan publik.

Dengan penerimaan tersebut, membuat kubu Lee yang sebelumnya menentang keputusan partai berubah menjadi satu kubu yang akan mendukung Gubernur Provinsi Gyeonggi Lee Jae-myung dalam pemilihan Presiden tahun depan.

Gubernur Gyeonggi Lee Jae-myung berhasil meraih nominasi presiden dari partai yang berkuasa tanpa putaran kedua, dan dia memperoleh sedikit mayoritas dari total suara.

Lee Jae-myung mengumpulkan 719.905 suara (50,29 persen) dari total suara selama 11 putaran primer partai yang berakhir Minggu, mengalahkan saingan utamanya Lee Nak-yon yang mengumpulkan 560,392 suara (39,14 persen).

Dilansir dari The Korea Herald, pemilihan presiden Korea Selatan akan berlangsung pada 9 Maret 2022 mendatang.