Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia/RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi
Katakini.com - Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi menyatakan, proses pembentukan Holding BUMN Klaster Pangan sudah berada di ujung.
"Perlu saya informasikan bahwa proses (holding) ini sudah di ujung, di mana kita sudah melakukan harmonisasi untuk inbreng untuk Holding BUMN Pangan, dan setelah harmonisasi kita sekarang menunggu rancangan peraturan pemerintah (RPP) ini menuju peraturan pemerintah (PP) yang disahkan oleh Presiden Joko Widodo," ujar Arief.
Arief menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada diskusi `Pangan Tumbuh Indonesia Tangguh` guna memperingati HUT Ke-57 RNI di Jakarta, Selasa (12/10/2021).
Menurut Arief, persiapan pembentukan holding memakan waktu panjang, sekitar satu tahun lebih. Berbagai pihak terlibat, terutama tujuh Project Management Office (PMO). Arief menyampaikan terima kasih kepada seluruh direksi yang terlibat serta memimpin tujuh PMO tersebut
"Harapan kita ke depan, dari BUMN klaster pangan ini sebenarnya yang paling utama adalah kita dapat mensejahterakan petani, peternak serta nelayan. Jadi inklusivitas ini menjadi tujuan pokok, selain kita dapat juga menstabilkan harga, pasokan dan hal-hal lainnya di hilir. Mulai dari hulu sampai dengan hilir akan terkoordinasi dengan baik," papar Arief.
Sebelumnya, Arief menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani tiga Peraturan Pemerintah (PP) tentang penggabungan atau merger BUMN Pangan. Momentum ini menandai semakin dekatnya realisasi pembentukan Holding BUMN Klaster Pangan
“Sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir, penggabungan dari 6 menjadi 3 BUMN Pangan ini merupakan tahap kedua yang harus dilakukan sebagai proses persyaratan pembentukan holding BUMN Pangan,” ujar Arief dalam keterangan yang dikutip media, pada 20 September 2021, lalu.