Najla Bouden menjadi perdana menteri perempuan pertama dalam sejarahTunisia (foto: okezone.com0
Tunis, Katakini.com,- Presiden Tunisia Kais Saied pada Rabu menunjuk Najla Bouden sebagai perdana menteri dan memintanya untuk membentuk pemerintahan baru.
Langkah itu dilakukan dua bulan setelah pemecatan mantan Perdana Menteri Hicham Mechichi di tengah krisis politik yang mendalam di negara Afrika Utara itu.
Sebuah pernyataan oleh Kepresidenan Tunisia mengatakan Bouden ditugaskan untuk membentuk pemerintahan "dalam waktu terdekat".
Lahir pada 1958 di provinsi Kairouan, Bouden adalah profesor geofisika dan pernah bekerja dengan Bank Dunia.
Bouden akan menjadi wanita pertama yang menjadi perdana menteri dalam sejarah Tunisia.
Pada 25 Juli, Saied menggulingkan pemerintah, membekukan parlemen, dan mengambil alih kekuasaan eksekutif.
Di sisi lain dia bersikeras bahwa "langkah-langkah luar biasanya" bertujuan untuk "menyelamatkan" negara, para oposisi menuduhnya mengatur kudeta.
Mayoritas partai di Tunisia menolak langkah Saied, yang mana beberapa di antaranya menuduhnya mendalangi kudeta terhadap konstitusi.
Namun, pihak lain menganggap keputusan Saied benar atas krisis politik, ekonomi, dan kesehatan di negara itu.
Tunisia dipandang sebagai satu-satunya negara yang berhasil melakukan transisi demokrasi di antara negara-negara Arab yang menyaksikan revolusi rakyat menggulingkan rezim penguasa, termasuk Mesir, Libya, dan Yaman.(AA)