Prototipe drone taksi udara listrik oleh Volocopter start-up Jerman yang lepas landas dan mendarat secara vertikal melakukan penerbangan non-penumpang di atas bandara Le Bourget, dekat Paris, Prancis, 21 Juni 2021. Foto: CNA
JERMAN - Startup taksi terbang Jerman Volocopter mengatakan pada hari Rabu 22/09/2021 bahwa pihaknya akan menjual 150 pesawat lepas landas dan mendarat vertikal listrik (eVTOL) ke perusahaan patungan dengan unit pembuat mobil China Zhejiang Geely Holding Group.
Volocopter, yang menghitung Daimler, BlackRock dan Intel Capital sebagai beberapa investornya, mengatakan pihaknya mengharapkan kemitraan untuk membawa pesawat eVTOL ke China dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
China mewakili "peluang pasar tunggal terbesar" untuk industri mobilitas udara perkotaan, kata Florian Reuter, CEO Volocopter, dalam sebuah pernyataan.
Dilansir dati CNA, Volocopter tidak mengungkapkan rincian keuangan dari penjualan tersebut. Perusahaan pada bulan April telah mengumumkan pembentukan usaha patungan dengan Aerofugia Zhejiang Geely.
Volocopter, yang telah mengumpulkan EUR 322 juta (US $ 377,87 juta) dari investornya, menambahkan bahwa bos top Zhejiang Geely Daniel Li Donghui telah bergabung dengan dewan penasihatnya.