Ilustrasi. Prajurit TNI sedang mengadakan patroli (foto: Antara)
Katakini.com,- Ketua DPR Puan Maharani berharap calon panglima TNI yang akan diajukan Presiden Joko Widodo menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto, adalah sosok yang mampu mengatasi berbagai persoalan, seperti masalah keamanan di Papua dan ancaman militer asing.
Menurut dia peran TNI sangat vital, terlebih saat ini Indonesia sedang mengalami sejumlah tantangan, termasuk pengendalian pandemi Covid-19.
“Kita berharap Panglima ke depan melaksanakan kebijakan pertahanan negara untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut,” kata Puan, Senin.
DPR menurut Puan akan bersandar pada kepentingan organisasi dan rakyat secara luas untuk menentukan panglima.
“Bukan didasarkan kepentingan politik sempit, karena politik TNI adalah politik negara,” tegas Puan.
Menurut dia surat presiden (surpres) tentang nama calon Panglima TNI akan dikirim dalam waktu dekat.
DPR akan memasuki masa reses pada 7 Oktober, sementara, masa jabatan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan berakhir pada 8 November.
Sesuai ketentuan undang-undang, kata dia, DPR akan menyampaikan persetujuan paling lambat 20 hari setelah surpes diterima.
“Siapa pun nama calon Panglima TNI yang akan dikirim Presiden, DPR berharap dia adalah yang terbaik bagi organisasi TNI dan rakyat," jelas Puan.
Dia juga meminta publik sabar menunggu nama calon Panglima TNI baru yang akan dikirimkan Presiden kepada DPR.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada November mendatang akan memasuki masa pensiun.
Berdasarkan dua calon kandidat kuat yang akan menjadi Panglima TNI yaitu Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono.
Andika Perkasa lulusan Akademi Militer pada 1987 lalu dan akan pensiun pada November 2022 mendatang.
Sementara, Yudo Margono lulusan Akademi Militer pada 1988 dan memasuki masa pensiun pada 2023.