• Kesra

Singgung Pesan Presiden, Wamensos Ingin Siswa Sekolah Rakyat Gemar Membaca

Agus Mughni Muttaqin | Minggu, 19/04/2026 09:58 WIB
Singgung Pesan Presiden, Wamensos Ingin Siswa Sekolah Rakyat Gemar Membaca Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono saat bertemu siswa Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 1 Jepara (Foto: Kemensos)

JAKARTA - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono meminta para pengelola perpustakaan di Sekolah Rakyat harus mampu mengubah pola pikir dan kreatif mendorong siswa gemar membaca.

Hal tersebut disampaikan Wamensos di hadapan sekitar 127 peserta saat penutupan Pelatihan Teknis Pengelolaan Perpustakaan Tingkat Lanjut Bagi Pengelola Perpustakaan Sekolah Rakyat Batch 3 Tahun 2026 di Novotel BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (18/4/2026).

"Tidak hanya melayani info pustaka, tapi bagaimana saudara-saudara kemudian bisa memobilisasi dan mengubah mindset anak-anak yang tadinya tidak gemar membaca, menjadi gemar membaca dan perpustakaan menjadi aktivitas utama bagi para siswa yang ada di Sekolah Rakyat," katanya. 

Wamensos Agus Jabo mengingatkan, tujuan Presiden Prabowo Subianto menggagas penyelenggaraan Sekolah Rakyat adalah untuk mempersiapkan anak didik yang pintar, berkarakter, terampil dan mampu memutus transmisi kemiskinan pada masa mendatang.

Menurutnya, salah satu hal mendasar untuk mencapai target tersebut, yakni dengan meningkatkan literasi melalui kebiasaan membaca buku.

"Ini yang harus kita kerjakan supaya mobilitas anak-anak untuk ke perpustakaan tinggi karena ada kesadaran yang ditransfer dari para pengelola (perpustakaan), para guru, para kepala sekolah bahwa literasi menjadi hal yang sangat mendasar, hal yang sangat penting untuk mengubah, untuk memutus transmisi kemiskinan adalah membaca," ujar dia.

Membaca, kata dia, adalah lentera dapat mengubah kegelapan menjadi terang benderang.

Selain kreatif mendorong minat baca, Agus Jabo juga berpesan ke pengelola perpustakaan untuk menanamkan dan membangun jati diri kebangsaan para siswa. Ia berharap nantinya buku-buku yang tersedia di perpustakaan banyak berisi literatur tentang sejarah perjuangan para pahlawan nasional. 

Dengan demikian, kelak anak-anak Sekolah Rakyat tak hanya pintar, tapi karakter nasionalismenya juga kuat, cinta cinta tanah air dan bangsa. 

"Kita berharap dari Sekolah Rakyat ini 10 tahun, 20 tahun ke depan mereka sudah menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang hebat, yang tidak hanya mengubah keluarganya dari kemiskinan menjadi makmur, tetapi juga menjadi pelopor pemimpin bangsa Indonesia untuk menjadikan bangsa yang bangkit, menjadi bangsa yang besar, bangsa yang adil dan makmur," kata Agus Jabo.

Semua ini, lanjut dia, hanya bisa diraih melalui perpustakaan-perpustakaan di sekolah-sekolah rakyat. Dengan cara mereka harus ditingkatkan minat bacanya. Singkat kata, perpustakaan di sekolah rakyat harus menjadi sentra kegiatan para siswa. 

"Jadi butuh sarpras yang ideal ya, buku yang bagus, berkualitas sesuai dengan apa yang menjadi target dari sekolah rakyat itu dan tentunya supaya anak-anak kerasan, enjoy di dalam membaca buku-buku di perpustakaan tersebut," katanya.

Agus Jabo pun meminta para pengelola perpustakaan memiliki karakter gemar membaca dan terus mengasah kemampuan mengelola perpustakaan secara profesional.