Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi, berbicara kepada awak media setelah ia memeriksa kapal induk HMS Queen Elizabeth Angkatan Laut Inggris di pangkalan angkatan laut AS di Yokosuka, Prefektur Kanagawa, Jepang pada 6 September 2021. Foto: CNA
TOKYO - Jepang sekarang dapat memberikan peralatan dan teknologi pertahanan ke Vietnam berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada Sabtu 11/09/2021.
Kedua negara meningkatkan kerja sama militer mereka di tengah kekhawatiran tentang pengaruh militer China yang semakin besar.
Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi mengatakan kesepakatan itu meningkatkan kemitraan pertahanan mereka "ke tingkat yang baru”.
Jepang dan Vietnam berencana untuk memperdalam hubungan pertahanan melalui latihan bersama multinasional. Rincian tentang transfer peralatan khusus, termasuk kapal angkatan laut, akan dibahas dalam pembicaraan berikutnya, kata kementerian itu.
Pertemuan Kishi dengan rekannya dari Vietnam, Phan Van Giang, di Hanoi bertepatan dengan kunjungan dua hari ke ibu kota Vietnam oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi.
Dilansir dari CNA, Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Kishi dan Giang sepakat tentang pentingnya menjaga kebebasan navigasi dan penerbangan di kawasan Indo-Pasifik, serta kerja sama di berbagai bidang pertahanan termasuk keamanan siber.
Selama pembicaraan, Kishi menyatakan penentangan kuat Jepang terhadap setiap upaya sepihak untuk mengubah status quo dengan paksaan atau kegiatan apa pun yang meningkatkan ketegangan.
Hal itu Mengacu pada aktivitas China yang semakin tegas di Laut China Timur dan Selatan, tetapi tanpa mengidentifikasi nama negara mana pun.
Vietnam adalah negara ke-11 di mana Jepang telah menandatangani perjanjian transfer peralatan dan teknologi pertahanan.