Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Foto: bbc
KABUL - Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani meminta maaf kepada rakyatnya karena secara tiba-tiba meninggalkan Afghanistan dan berlindung di UniEmirat Arab saat gerilyawan Taliban maju ke ibu kota pada 15 Agustus.
“Saya tidak bermaksud meninggalkan rakyat saya sendiri, itu adalah satu-satunya cara agar tidak terjadinya kekerasan yang meluas,” kata Ghani dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di Twitter Rabu 8/9/2021.
"Meninggalkan Kabul adalah keputusan tersulit dalam hidup saya," katanya, seraya menambahkan bahwa dia menyesal "tidak dapat mengakhirinya dengan cara yang berbeda," lanjut dia.
Dia mengatakan telah mengabdikan dirinya selama 20 tahun untu kmembantu Afghanistan menjadi negara yang demokratis, makmur dan berdaulat.
Ghani menambahkan bahwa dia memiliki "penyesalan yang mendalam bahwa bab saya sendiri berakhir dengan tragedi yang sama dengan pendahulu saya".
Mantan presiden berusia 72 tahun, mendapatkan kritik keras dari politisi Afghanistan lainnya karena meninggalkan negara itu.
Dikutip dari BBC, beredar kabar bahwa Ghani meninggalkan Afghanistan dan pergi ke UEA dengan membawa uang sekitar $169M (£ 123m), namun sampai saat ini Ghani membantah tuduhan tidak berdasar tersebut.
Menolak klaim bahwa dia telah membawa sejumlah besar uang ketika dia meninggalkan negara itu, Ghani mengatakan dia "bahkan tidak diizinkan melepas sandal saya dan memakai sepatu saya".
Awal pekan ini Taliban, yang menguasai Afghanistan dalam serangan besar-besaran lebih dari tiga minggu lalu, mengumumkan pembentukan pemerintah sementara untuk memerinta hnegara itu.