Sekelompok perempuan di Kabul Afghanistan berunjuk rasa menuntut hak-hak mereka, Minggu (5/9/2021). Foto: bbc
KABUL - Kelompok Wanita Kabul berdemo di jalan pada Minggu (5/09/2021), untuk menuntut hak mereka setelah Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan.
Para perempuan itu menyerukan hak untuk bekerja dan dimasukkan dalam pemerintahan.
Taliban mengatakan perempuan dapat terlibat dalam pemerintahan, tetapi tidak memegang posisi menteri.
Dilansir dari BBC, Taliban menyemprot mereka dengan gas air mata dan merica ketika mereka mencoba berjalan dari sebuah jembatan ke istana kepresidenan.
Banyak wanita takut kembali ke cara mereka diperlakukan ketika Taliban berkuasa antara tahun 1996 dan 2001.
Ketika itu wanita dipaksa menutupi wajah mereka di luar, dan hukuman berat dijatuhkan untuk pelanggaran kecil.
"Dua puluh lima tahun yang lalu, ketika Taliban datang, mereka mencegah saya pergi ke sekolah," kata jurnalis Azita Nazimi kepada Tolo.
Demonstran lain, Soraya, mengatakan kepada Reuters: "Mereka juga memukul kepala wanita dengan magasin senjata, dan para wanita itu menjadi berdarah."
Sementara itu, bentrokan berlanjut di Lembah Panjshir, utara Kabul, di mana kelompok perlawanan telah menggagalkan upaya Taliban untuk melakukan kontrol.
Lembah Panjshir,adalah pusat perlawanan ketika Afghanistan berada di bawah pendudukan Soviet pada 1980-an dan selama periode pemerintahan Taliban sebelumnya.
Pemimpin NRF, Ahmad Massoud, memuji protes para perempuan di Herat, dan mengatakan Panjshir terus melawan.