Jalanan yang lengang disalah satu jalan raya di Vietnam akibat lockdown (foto: Reuters/ cnnindonesia.com)
Jakarta, Katakini.com,- Hasil survei yang dilakukan terhadap 69.132 orang di Vietnam menunjukkan 62 persen responden kehilangan pekerjaan mereka karena pandemi Covid-19.
Dari mereka yang kehilangan pekerjaan, 50 persen di antaranya telah menganggur selama satu hingga tiga bulan, dan 15 persen menjawab lebih dari enam bulan.
Adapun survei dilakukan oleh media lokal VN Express bersama Komite Pengembangan Sektor Swasta yang dikelola pemerintah secara daring pada 1-5 Agustus.
Hasil survei juga menemukan responden berada dalam situasi sulit.
Hampir 40 persen dari responden yang menganggur tidak menerima dukungan apapun, baik dari individu maupun kelompok.Sementara, setengah dari responden yang menganggur mengatakan hanya memiliki cukup uang untuk maksimal satu bulan berikutnya, dan banyak yang bergantung pada keluarganya.
Hanya 3,5 persen responden yang menganggur menerima bantuan dari pemerintah.
Dari 38 persen responden yang masih bekerja, survei menunjukkan hampir satu dari lima orang mengalami pemotongan gaji hingga setengahnya.
Para responden dalam survei ini sekaligus mengungkapkan kesulitan yang timbul dari kenaikan pengeluaran akibat pandemi.
Sebesar 41,2 persen responden mengaku harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk perlengkapan pembelajaran secara daring anak mereka.
Diikuti dengan pengeluaran untuk menutupi biaya hidup anggota keluarga yang tinggal di daerah terpencil sebesar 28,5 persen, kemudian 23 persen responden mengaku tidak ada peningkatan pengeluaran.
VN Express melaporkan kebanyakan responden ingin melihat lebih banyak dukungan pemerintah dalam bentuk tunai atau bahan makanan secepatnya.
Mereka juga ingin proses vaksinasi dipercepat, adanya izin bagi orang yang telah divaksinasi penuh untuk kembali bekerja secara normal.(AA)