Penghematan air ala Yogyakarta International Airport (YIA) dengan memanfaatkan air hujan yang diolah dengan sistem reverse osmosis. Foto: ap1/katakni.com
JAKARTA - Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, Yogyakarta melakukan penghemataan air dengan sistem reverse osmosis.
Sistem ini mengolah air hujan sehigga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di salah satu bandara PT Angkasa Pura I (AP I) ini.
"Bandara Internasional Yogyakarta atau YIA memang dirancang dan dibangun dengan memperhatikan aspek pelestarian lingkungan hidup," kata kata Direktur Utama PT AP I Faik Fahmi di Jakarta, Kamis (2/9/2021).
Pemanfaatan reverse osmosis mulai dari perangkat utilitas yang ramah lingkungan, penghematan energi, hingga penghematan air dengan memanfaatkan air hujan.
Pada masa pandemi, kebutuhan air bersih YIA sebesar sebanyak 276 meter kubik per hari atau 8.280 meter kubik per bulannya.
Dalam satu bulan, sebanyak 4.485 meter kubik air dipasok dari air hujan melalui sistem air tadah hujan atau rain water tank kawasan YIA.
Untuk satu tahun, berdasarkan prakiraan musim hujan di area Yogyakarta yang diperkirakan berlangsung selama 8 bulan, maka penghematan air di YIA dalam satu tahun sebesar 35.880 meter kubik atau setara dengan Rp538.000.000 per tahun.
Selain penghematan air, YIA didukung berbagai perangkat utilitas yang mendukung konsep ramah lingkungan seperti penggunaan lampu LED, elevator, lift dan travelator yang menggunakan fitur sleep mode, sanitair dengan fitur dual flush and auto faucet.
Juga penggunaan kaca bangunan Sunergy Green yang mampu merefleksikan sinar matahari dengan baik dan mendukung efisiensi penggunaan pendingin ruangan di dalam area terminal.
YIA dibangun dengan investasi dana sebesar Rp11,3 triliun, di mana Rp7,1 triliun digunakan untuk pembangunan fisik dan Rp4,2 triliun untuk pembebasan lahan.
Dengan luas terminal sebesar 219.000 meter persegi dan total luas area bandara mencapai 587 hektare, menjadikan YIA sebagai salah satu bandara terbesar di Indonesia.
Kapasitas saat ini dapat menampung hingga 20 juta penumpang per tahun atau 11 kali lebih besar dari Bandara Adisutjipto yang hanya dapat menampung 1,6 juta penumpang per tahun.
"Pada kapasitas ultimate, YIA nantinya dapat menampung hingga 24 juta orang per tahun," kata Faik Fahmi.