• News

Bagi Penolak Vaksinasi, Malaysia Buka Opsi Wajibkan Tes Teratur Covid-19

| Rabu, 01/09/2021 20:07 WIB

Bagi Penolak Vaksinasi, Malaysia Buka Opsi Wajibkan Tes Teratur Covid-19 Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin. Foto: cna

MALAYSIA -  Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mempertimbangkan kebijakan pengujian nasional yang mengharuskan orang untuk menguji diri sendiri terhadap COVID-19 ketika Malaysia memasuki fase endemik.

“Begitu kita masuk ke (fase endemik), apakah sudah divaksinasi atau tidak, Anda perlu menguji diri sendiri secara teratur,” katanya dalam konferensi pers, Rabu (1 September).

Menkes mengatakan kebijakan tersebut merupakan salah satu opsi jika pemerintah tidak mewajibkan vaksinasi COVID-19 secara undang-undang.

Mereka yang menolak untuk divaksinasi harus mematuhi jadwal dan rezim pengujian tertentu, yang meliputi tes cepat antigen dan tes reaksi berantai polimerase.

“Kami akan mengeluarkan kebijakan pengujian nasional untuk memperhitungkan mereka yang menolak untuk divaksinasi.

Dilansir dari channelnewsasia.com, Menteri kesehatan juga mengatakan dalam konferensi pers bahwa Kabinet telah setuju untuk menetapkan harga pagu untuk alat tes cepat dan akan diumumkan oleh menteri perdagangan dalam negeri.

Dia menambahkan bahwa Malaysia kemungkinan dapat memasuki fase endemik pada akhir Oktober, ketika 80 persen populasi negara itu telah divaksinasi.

“Pada akhir Oktober kita akan mencapai titik batas endemik di mana kita harus mulai melihat hidup dengan virus,” katanya.

Pada hari Selasa, 46 persen dari populasi negara itu, atau 64,2 persen dari populasi orang dewasa telah divaksinasi penuh.

Malaysia sejauh ini mencatat lebih dari 1,7 juta kasus COVID-19 dan hampir 17.000 kematian.