• News

AHA Centre di Myanmar Mendapat Sumbangan Rp1,4 Milyar dari Singapura

akhyar | Kamis, 19/08/2021 11:20 WIB

 AHA Centre di Myanmar Mendapat Sumbangan Rp1,4 Milyar dari Singapura Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan ( foto: cnbcindonesia.com/)

Jakarta, Katakini.com,- Singapura menyumbangkan USD100.000 atau sekitar Rp1,44 miliar untuk mendukung kinerja ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre) di Myanmar.


KAtakini.com,- Singapura menyumbangkan USD100.000 atau sekitar Rp1,44 miliar untuk mendukung kinerja ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre) di Myanmar.

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menegaskan komitmen tersebut dalam Konferensi Penjanjian untuk Mendukung Bantuan Kemanusiaan ASEAN ke Myanmar, Rabu.

Konferensi tersebut, kata Vivian, merupakan tindak lanjut dari pertemuan pemimpin negara ASEAN pada akhir April, untuk memberikan bantuan kemanusiaan sebanyak mungkin kepada rakyat Myanmar.

“Ini sangat penting, mengingat krisis kemanusiaan yang memburuk di Myanmar di tengah gelombang baru Covid-19,” ungkap Vivian dalam akun Facebook resminya, Rabu malam.

Vivian menyambut sumbangan dari negara anggota ASEAN lainnya serta mitra eksternal ASEAN dalam upaya kemanusiaan bagi masyarakat Myanmar.

Sebelumnya, Singapura telah menyumbangkan 200 oksigen konsentrator dengan kapasitas 10 liter untuk membantu penanganan Covid-19 di Myanmar.

Singapura juga memberikan mesin tes PCR, masker bedah, hand sanitizer, dan pasokan medis lainnya ke Myanmar.

Myanmar diguncang kudeta sejak 1 Februari di mana militer menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak penuh kecurangan.

Berdasarkan data kelompok masyarakat sipil, sebanyak 1.006 korban tewas sejak kudeta militer di Myanmar dan 5.730 orang masih ditahan hingga 18 Agustus.(AA) menegaskan komitmen tersebut dalam Konferensi Penjanjian untuk Mendukung Bantuan Kemanusiaan ASEAN ke Myanmar, Rabu.

Konferensi tersebut, kata Vivian, merupakan tindak lanjut dari pertemuan pemimpin negara ASEAN pada akhir April, untuk memberikan bantuan kemanusiaan sebanyak mungkin kepada rakyat Myanmar.

“Ini sangat penting, mengingat krisis kemanusiaan yang memburuk di Myanmar di tengah gelombang baru Covid-19,” ungkap Vivian dalam akun Facebook resminya, Rabu malam.

Vivian menyambut sumbangan dari negara anggota ASEAN lainnya serta mitra eksternal ASEAN dalam upaya kemanusiaan bagi masyarakat Myanmar.

Sebelumnya, Singapura telah menyumbangkan 200 oksigen konsentrator dengan kapasitas 10 liter untuk membantu penanganan Covid-19 di Myanmar.

Singapura juga memberikan mesin tes PCR, masker bedah, hand sanitizer, dan pasokan medis lainnya ke Myanmar.

Myanmar diguncang kudeta sejak 1 Februari di mana militer menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak penuh kecurangan.

Berdasarkan data kelompok masyarakat sipil, sebanyak 1.006 korban tewas sejak kudeta militer di Myanmar dan 5.730 orang masih ditahan hingga 18 Agustus.(AA)