• Bisnis

Dianggap Prospektif, ASDP Dapat Rating idAA dari Pefindo

Tim Cek Fakta | Jum'at, 13/08/2021 18:15 WIB
Dianggap Prospektif, ASDP Dapat Rating idAA dari Pefindo Ilustrasi maket Bakauheuni Harbour City. Foto: asdp

JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali meraih rating idAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) karena dianggap perusahaan prospektif untuk perusahaan stabil.

Rating ini berlaku sejak 3 Agustus 2021 hingga 1 Agustus 2022.

"Pencapaian peringkat dari Pefindo ini menunjukkan perseroan memiliki fundamental bisnis yang kuat sehingga dapat dipercaya oleh investor," kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin di melalui keterangan tertulis yang diterima katakini.com di Jakarta, Jumat (13/8/2021).

Posisi pasar perusahaan telah mapan baik di segmen penyeberangan penumpang dan kendaraan serta memiliki profitabilitas yang stabil.

Ia menjelaskan, prospek bisnis ASDP yang stabil dapat dilihat dari laporan keuangan audited perusahaan pada 2020.

ASDP berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar 3,2 triliun. Nilai pendapatan ini mencapai 120 persen dari target RKAP 2020 sebesar Rp 2,73 triliun meski turun sekitar 2 persen bila dibandingkan realisasi pendapatan tahun 2019 sebesar Rp 3,3 triliun.

Untuk laba bersih konsolidasi 2020, ASDP berhasil membukukan laba sebesar Rp 181 miliar. Nilai laba tersebut mencapai 5.176 persen dari target RKAP 2020 sebesar 3,5 miliar.

"Pencapaian ini bukti kerja keras seluruh insan ASDP yang telah memberikan kontribusi terbaik dalam mendongkrak pendapatan perusahaan melalui berbagai inovasi yang telah dilakukan khususnya di tengah pandemi Covid-19," tutur Shelvy.

Saat ini, ASDP terus memperkuat program pengembangan bisnis perseroan diantaranya melalui akselerasi program Cashless di seluruh cabang dalam mendukung digitalisasi bisnis penyeberangan serta proyek Bakauheni Harbour City.

Proyek Game Changer ASDP seluas 214 Ha yang melibatkan kolaborasi bersama Pemprov Lampung, dan PT Hutama Karya ini tengah menyelesaikan beberapa milestone diantaranya Penetapan Status Kawasan sebagai Proyek Strategis Nasional, pembentukan perusahaan pengelola kawasan, finalisasi detail masterplan, serta perencanaan pengembangan infrastruktur kawasan.

Pada semester I-2021, ASDP berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar 1,69 triliun. Nilai pendapatan ini mencapai 91 persen dari target RKAP 2021 sebesar Rp 1,86 triliun dan naik 18,4 persen dari realisasi semester I-2020 sebesar 1,43 triliun.

Selanjutnya, ASDP berhasil membukukan laba sebesar Rp 147 miliar atau mencapai 456,8 persen dari target RKAP 2021 sebesar Rp 32 miliar dan mencapai 282, 5 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu yang minus sebesar Rp 80,5 miliar.