• News

Taliban Rebut Taluqan, Ibu Kota Provinsi Takhar di Afghanistan

akhyar | Senin, 09/08/2021 14:02 WIB

Taliban Rebut Taluqan, Ibu Kota Provinsi Takhar di Afghanistan Pasukan keamanan Afghanistan dikerahkan dan memulai operasi melawan Taliban di sekitar titik perbatasan Torkham antara Afghanistan dan Pakistan di provinsi Nangarhar, Afghanistan pada 23 Juli 2021, ketika baru-baru ini Taliban menyerang titik perbatasan Spin Boldak di Kandahar. (foto: aa.com)

Katakini.com –Taliban di Afghanistan pada Minggu menyampaikan telah merebut Taluqan, ibu kota provinsi Takhar utara di sebelah Tajikistan.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahed menampilkan berbagi beberapa gambar dan video dari para anggotanya yang mengibarkan bendera Taliban di alun-alun utama di Taluqan, sebuah kota besar dan penting di negara itu.

Taliban juga membebaskan narapidana dari penjara dan memasuki kompleks administrasi provinsi.

“Hari ini, sore (malam) pusat provinsi Takhar (Taluqan) dengan semua kantor terkait (kantor gubernur, markas polisi, pusat intelijen, penjara dan semua instalasi pemerintah) telah ditaklukkan,” katanya dalam sebuah pernyataan yang juga menginstruksikan para pejuang untuk tidak memasuki rumah orang atau melakukan penangkapan.

Pihak berwenang mengkonfirmasi serangan dan mengatakan perlawanan sedang berlangsung, sementara tidak ada konfirmasi dari pemerintah Afghanistan terkait klaim Taliban.

Sebelumnya, Taliban terus bergerak maju di tiga ibu kota provinsi di Afghanistan utara sehari setelah merebut Sheberghan, ibu kota provinsi Jawzjan.

Laporan yang muncul dari front perang menyampaikan beberapa kelompok Taliban menyerbu Sar-e-Pul, Taluqan, dan Kunduz, masing-masing ibu kota provinsi Sar-e-Pul, Takhar, Kunduz, serta terlibat  bentrokan mematikan dengan Pertahanan Nasional Afghanistan, Pasukan Keamanan, serta milisi lokal yang pro-pemerintah.

Mengkonfirmasi serangan Taliban di Sar-e-Pul, Hamidullah Baik, seorang anggota parlemen lokal, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Taliban telah merebut kantor gubernur, penjara utama, serta gedung-gedung pemerintah penting lainnya.

Kementerian Pertahanan Afghanistan, di sisi lain, mengklaim serangannya telah menimbulkan banyak korban pada Taliban serta gerilyawan asing, termasuk pejuang Pakistan dan al-Qaeda dalam serangan udara dan darat yang meningkat.

“572 teroris Taliban tewas & 309 lainnya terluka akibat operasi ANDSF (Pasukan Pertahanan dan Keamanan Nasional Afghanistan) di Nangarhar, Laghman, Ghazni, Paktia, Paktika, Kandahar, Uruzgan, Herat, Farah, Jowzjan, Sar-e Pol, Provinsi Faryab, Helmand, Nimruz, Takhar, Kunduz, Badakhshan & Kapisa selama 24 jam terakhir,” cuit Kementerian Pertahanan.

Setelah mengambil alih hampir 200 distrik pedesaan bulan lalu, Taliban melancarkan serangan ke kota-kota besar di Herat, Kandahar, Taluqan, dan Lashkargah, yang menyebabkan kepanikan dan kecemasan di antara jutaan warga sipil.(AA)