Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berjalan melewati Zona Demiliterisasi, Jumat (27/4). Kim dan Moon menuju Rumah Perdamaian di wilayah Korsel untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi (foto: Korea Broadcasting System via AP/ liputan6.com))
Katakini.com – Korea Utara dan Korea Selatan telah memulihkan jalur komunikasi lintas batas yang terputus sejak Juni tahun lalu.
Perkembangan itu dicapai sebagai hasil kesepakatan antara Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.
"Kedua pemimpin saling berkirim surat pribadi sejak April dan berbagi pemahaman untuk memulihkan rasa saling percaya dan memulihkan hubungan kedua negara," kata seorang pejabat kantor kepresidenan Korsel.
Pada Juni 2020, Korea Utara memutus jalur komunikasi dengan Korea Selatan dan juga meledakkan kantor penghubung antar-Korea di perbatasan.
Pyongyang saat itu sangat marah atas kegagalan Seoul menghentikan penyebaran selebaran propaganda dan menuding Seoul menunjukkan sikap permusuhan.
Meskipun begitu, presiden Korsel menyatakan kembali keinginannya untuk melanjutkan dialog dengan Pyongyang awal tahun ini.
Korean Central News Agency yang dikelola pemerintah Pyongyang juga mengonfirmasi pembukaan kembali jalur komunikasi.
"Itu mencerminkan keinginan Korea Utara untuk menjalin hubungan yang lebih baik. Kedua pemimpin telah setuju untuk membuat langkah besar dalam memulihkan rasa saling percaya dan mempromosikan rekonsiliasi," papar KCNA.(AA)