Petugas keamanan berjaga di sekitar gedung parlemen ketika pendukung dan penentang kudeta berkumpul di depan gedung parlemen setelah Presiden Tunisia Kais Saied mengumumkan pada Minggu malam bahwa ia telah sepenuhnya mengambil alih otoritas eksekutif serta menangguhkan parlemen di Tunis, Tunisia pada 26 Juli 2021. ( foto: Anadolu Agency )
Jakarta, Katakini.com - Indonesia meminta pihak-pihak berkepentingan di Tunisia menggelar dialog nasional untuk memulihkan demokrasi di negara tersebut setelah Presiden Tunisia Kais Saied memecat perdana menteri dan membekukan parlemen.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengungkapkan Indonesia terus memantau perkembangan politik di Tunisia.“Indonesia berharap dialog nasional yang melibatkan semua kekuatan politik di Tunisia dapat segera dilakukan untuk memulihkan demokrasi di Tunisia,” kata Faizasyah.Setelah Saied membubarkan pemerintah, bentrokan sempat terjadi antara pendukung dan penentang Presiden Tunisia pada Senin.Menurut Faizasyah, seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Tunisia dalam keadaan baik.