Kedatangan Vaksin COVID-19 Tahap ke-21 di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (12/07/2021) siang. (Foto: BPMI Setpres/setkab.go.id)
Jakarta, Katakini.com - Indonesia kembali mendapatkan 21,2 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac dari China pada Selasa.
Bahan baku vaksin tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kedatangan bahan baku vaksin ini merupakan ke-30 dari keseluruhan vaksin yang dimiliki Indonesia.
Menteri Airlangga menyebutkan bahwa vaksin yang disediakan oleh pemerintah sudah melalui proses evaluasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan para ahli.
“Kami menyampaikan bahwa pemerintah selalu memastikan keamanan keseluruhan vaksin yang diperoleh, ujar dia.
Menurut dia Presiden Joko Widodo menekankan bahwa vaksinasi Covid-19 adalah langkah krusial untuk menentukan kesuksesan pemerintah keluar dari pandemi.
“Untuk mencapai kekebalan kelompok, sekitar 208 juta penduduk Indonesia perlu divaksin. Jumlah ini meningkat setelah ditambahkan kelompok anak berusia 12-17 tahun dan sekarang 718.000 anak telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama,” jelas dia.
Hingga 26 Juli, pemerintah Indonesia telah melakukan program vaksinasi untuk para tenaga kesehatan, petugas publik, penduduk lanjut usia (lansia), serta masyarakat umum dan rentan dengan jumlah total vaksinasi sebanyak 64,13 juta dosis.
Jumlah tersebut terdiri atas 45,5 juta suntikan pertama dan 18,6 juta suntikan kedua.
Di samping program vaksinasi, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kedisiplinan di masyarakat terkait protokol kesehatan, peningkatan kapasitas pengetesan dan pelacakan kasus Covid-19, serta pengambilan kebijakan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 2 Agustus 2021 nanti.
“Perlu ditekankan bahwa vaksinasi adalah salah satu strategi pemerintah untuk penanganan pandemi Covid-19. Vaksinasi perlu didampingi oleh kedisiplinan masyarakat dan harus dilaksanakan secara bersama,” jelas Menteri Airlangga.(AA)