Vaksinasi Covid-19 di Bandara PT Angkasa Pura II. Foto: ap2/katakini.com
JAKARTA - Jumlah penumpang pesawat yang divaksinasi COVID-19 di bandara-bandara PT Angkasa Pura II (Persero) tembus 40.000 orang pada periode 3 - 22 Juli 2021.
Sejak sentra vaksinasi dibuka resmi 3 Juli, jumlah vaksinasi terbanyak ada di Bandara Soekarno-Hatta yakni terhadap sekitar 26.000 orang.
“Kolaborasi berbagai pihak seperti ini yang dibutuhkan untuk mendukung program vaksinasi nasional,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat meninjau lokasi program ‘Vaksinasi di Bandara’ di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jumat (23/7/2021).
Program ‘Vaksinasi di Bandara’ ini digelar pada 12 - 25 Juli 2021 untuk dosis pertama vaksinasi COVID-19 dan dibuka gratis bagi masyarakat umum kelompok usia 18 tahun ke atas hingga lansia.
Ditargetkan jumlah penerima vaksin mencapai 14.000 orang pada 12 - 25 Juli.
President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan teknologi informasi sangat membantu operasional sentra vaksinasi di Bandara Soekarno-Hatta.
“Sentra vaksinasi Bandara Soekarno-Hatta dibuka untuk melayani jadwal penerbangan yang ada selama 24 jam, dan hingga kini telah melayani vaksinasi terhadap puluhan ribu orang. Operasional sentra vaksinasi ini tidak bisa lagi dilakukan secara manual, tetapi dibutuhkan penerapan teknologi informasi untuk membuat operasional dan layanan berjalan lancar,” ujar Muhammad Awaluddin.
AP II akan terus membuka sentra vaksinasi untuk mendukung calon penumpang pesawat dapat memenuhi protokol kesehatan yang berlaku saat ini.
Sentra vaksinasi AP II juga diharapkan dapat mendukung percepatan program vaksinasi nasional guna mewujudkan kekebalan komunal (herd community) di tengah pandemi COVID-19.
Di Bandara Soekarno-Hatta, calon penumpang pesawat tidak perlu membawa dokumen kesehatan secara fisik (kertas), namun cukup menunjukkan kartu vaksinasi dan surat keterangan tes COVID-19 secara digital yang ada di aplikasi PeduliLindungi.
Validasi di bandara dilakukan oleh personel KKP Kemenkes menggunakan pemindai barcode dan/atau microsite aplikasi PeduliLindungi, serta juga oleh petugas maskapai di konter check-in.
“Ini dapat mempercepat proses di bandara dan yang paling penting adalah mencegah pemalsuan dokumen,” ujar Muhammad Awaluddin.
AP II saat ini dalam rangka uji coba juga telah menerapkan ketentuan digitalisasi dokumen kesehatan penumpang yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi ini di bandara-bandara lain yang dikelola perseroan.