• News

Presiden Ajak Industri Penuhi Kebutuhan Oksigen Atasi Lonjakan Kasus Covid-19

akhyar | Jum'at, 16/07/2021 12:02 WIB

Presiden Ajak Industri Penuhi Kebutuhan Oksigen Atasi Lonjakan Kasus Covid-19 Tempat pengisian ulang oksigen habis di sejumlah toko isi ulang oksigen di Jakarta habis, di tengah meningkatnya kebutuhan akibat melonjaknya kasus baru Covid-19 (03/07).(foto: bbc.com)

Jakarta, Katakini.com - Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah telah bekerja sama dengan pelaku industri untuk memenuhi kebutuhan oksigen nasional akibat terjadiya lonjakan kasus Covid-19.

Jokowi mengakui kebutuhan oksigen nasional sedang melonjak akibat kenaikan kasus Covid-19.

“Oleh karena itu pemerintah terus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen nasional dan kita bekerja sama dengan industri-industri di dalam negeri untuk mengamankan pasokan dan distribusi oksigen medis yang dibutuhkan masyarakat,” kata Jokowi melalui keterangan pers, Jumat.

Pemerintah menggandeng sejumlah perusahaan produsen oksigen seperti PT Aneka Gas Industri dan PT Samator untuk memenuhi kebutuhan medis saat ini.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia membutuhkan 60 ribu hingga 70 ribu tabung oksigen dan oksigen konsentrator untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19 saat ini.

Pemerintah, kata dia, akan lebih banyak memanfaatkan oksigen konsentrator karena lebih mudah didistribusikan dan hanya memerlukan sambungan listrik untuk dioperasikan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan 90-100 persen kapasitas produksi oksigen di dalam negeri telah dialihkan untuk kebutuhan medis.

Meski demikian, Luhut menuturkan masih ada masalah pada terbatasnya ketersediaan ISO Tank yang pasokannya juga terbatas di dunia.

“Kita mobilitasi ISO tank di Indonesia, kita minta ke Singapura, tetapi Singapura pun tidak punya cukup, kita minta ke negara lain termasuk Abu Dhabi (Uni Emirat Arab) dan China,” kata Luhut pada konferensi pers virtual, Kamis.

Pemerintah juga tengah mengimpor 40 ribu oksigen likuid dan 50 ribu oksigen konsentrator dari berbagai negara.(AA)