Joko Widodo (foto: BPMI Setpres)
Jakarta, Katakini.com,- Presiden Indonesia Joko Widodo menilai saat ini kesenjangan akses vaksin di dunia masih sangat lebar.
Jokowi meminta semua pihak untuk mempercepat realisasi kesetaraan akses vaksin bagi semua negara termasuk berbagi dosis melalui jalur multilateral Covax Facility.
“Kita harus membuat dunia untuk segera pulih dari pandemi, vaksin adalah harapan untuk mempercepat dunia keluar dari krisis kesehatan ini,” jelas Jokowi saat memberikan pidato melalui video yang diunggah Sekretariat Presiden dalam Forum Tingkat Tinggi Dewan Ekonomi Sosial PBB pada Rabu.
Jokowi menegaskan akses vaksin yang adil dan merata harus dijamin oleh semua pihak.
Dia juga meminta agar negara-negara menghilangkan hambatan ekspor dan hambatan dalam memperoleh bahan baku vaksin.
“Kita harus berkomitmen untuk menghindari ‘me first policy’,” tambah Jokowi.
Dia juga mengajak negara lain untuk membangun solidaritas untuk mencapai tujuan bersama dalam memulihkan kondisi usai pandemi Covid-19.
Selain itu, dia juga menyatakan ekonomi dunia harus pulih bersama-sama.
Meski beberapa negara di dunia telah mencatat pertumbuhan positif, namun hal itu akan berdampak jika terjadi secara bersamaan.
“Roda perekonomian dunia harus mulai bergerak bersama tanpa mengorbankan aspek kesehatan,” pungkas Jokowi.
Sebelumnya, pada Februari lalu, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi pernah menyatakan nasionalisme vaksin dan mental "my country first" yang dilakukan sejumlah negara terus meningkat.
Mengutip Sekjen PBB Antonio Guterres, kata Retno, vaksinasi saat ini belum merata dan tidak adil.
Menurut Retno, beberapa negara maju bahkan memesan vaksin "over-order" sebanyak lima kali lipat dari populasinya.
Selain itu juga sejumlah negara memberlakukan pembatasan ekspor vaksin, kata dia.
Padahal, tambah Retno, ada 130 negara yang bahkan belum melakukan vaksinasi dan baru enam negara Afrika yang baru memulai program vaksinasi.(AA)