• News

Taliban Sambut Baik Investasi Cina ke Afghanistan

akhyar | Selasa, 13/07/2021 17:47 WIB

Taliban Sambut Baik Investasi Cina ke Afghanistan Juru bicara Taliban Suhail Shaheen (foto: skanaa.com)

Katakini.com - Menyebut Cina sebagai negara "bersahabat", Taliban mengatakan mereka menyambut baik investasi Beijing dalam pembangunan kembali Afghanistan yang dilanda perang.

“Kami menyambut baik mereka (Cina). Jika mereka memiliki investasi tentu kami menjamin keamanan mereka. Keamanan mereka sangat penting bagi kami,” kata juru bicara Taliban Suhail Shaheen, dalam wawancara baru-baru ini dengan harian South China Morning Post.

“Kami telah mendatangi Cina berkali-kali dan kami memiliki hubungan baik dengan mereka,” kata Shaheen.

Cina adalah negara sahabat yang kami sambut untuk pembangunan dan pengembangan Afghanistan,” imbuh dia.

Pernyataan menyambut investasi Cina dari Taliban itu datang ketika pasukan AS dan sekutu NATO menyatakan keluar dari Afghanistan setelah perang selama 20 tahun.

AS dan Taliban menandatangani kesepakatan pada Februari lalu, membuka jalan bagi pasukan asing untuk menarik diri dari Afghanistan, pembebasan tahanan, mengeluarkan para pemimpin Taliban dari daftar hitam, dan menuntut dukungan internasional untuk membangun kembali negara itu.

Keluarnya pasukan asing telah menyebabkan Taliban meningkatkan tekanan pada pemerintahan di Kabul di mana mereka merebut kendali banyak distrik dari pemerintah Afghanistan yang dipimpin Presiden Ashraf Ghani.

Selain mengambil alih kuasa di distrik-distrik, Taliban melanjutkan diplomasi mereka dengan mengirim delegasi baru-baru ini ke Iran dan Rusia.

 

- "Kami tak akan biarkan tanah Afghanistan digunakan lawan negara lain"

Juru bicara Taliban itu mengatakan kelompoknya tidak akan mengizinkan "kelompok separatis, termasuk Gerakan Islam Turkistan Timur atau ETIM, beroperasi di Afghanistan.”

"Ya, itu tidak akan diizinkan masuk," tekan dia.

Jubir Shaheen mengatakan kelompoknya tak akan membiarkan pihak dari negara lain menggunakan Afghanistan sebagai tempat untuk melancarkan serangan terhadap negara lain.

“Kami telah membuat komitmen bahwa kami tidak akan mengizinkan mereka baik itu individu maupun entitas terhadap negara mana pun termasuk Cina," jelas dia.

“Ini adalah komitmen kami di bawah perjanjian Doha. Kami mematuhi kesepakatan itu," imbuh dia.

Tahun lalu, Washington menghapus ETIM dari daftar kelompok terornya, membuat marah Beijing yang menganggap kelompok tersebut diduga mengobarkan masalah di Xinjiang, di mana Cina telah dituduh mengasimilasi budaya dan tradisi etnis Uyghur, yang sebagian besar adalah Muslim.

Taliban “mewarisi al-Qaeda” dari pemerintahan mantan Presiden Afghanistan Burhanuddin Rabbani, kata Shaheen.

“Al-Qaeda milik era masa lalu dan tidak akan diizinkan beroperasi di negara ini lagi,” ungkap dia.

Menyusul kepergian pasukan AS, kami perlu mengadakan pembicaraan dengan Beijing, tutur juru bicara Taliban itu.

"Kami sempat mengizinkan (al-Qaeda) untuk tinggal di Afghanistan karena mereka tidak memiliki tempat di negara lain," kata juru bicara Taliban, sambil menekankan bahwa "sekarang tidak ada lagi anggota al-Qaeda di Afghanistan."

“Kami tidak akan mengizinkan perekrutan terbuka atau pusat pelatihan atau penggalangan dana apa pun untuk kelompok mana pun di Afghanistan,” tukas dia.(AA)

Keywords :


Taliban Cina
.
investasi