Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Foto: dpd/katakini.com
JAKARTA (Up2date.co.id) - Semakin bertambahnya jumlah sampah plastik di Tanah Air, membuat Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, prihatin. LaNyalla berharap pemerintah memberikan edukasi ke masyarakat mengenai sampah plastik agar bisa didaur ulang.
Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, Indonesia masuk sebagai negara terbesar kedua penyumbang sampah plastik sedunia. Kesadaran masyarakat yang minim dan bebasnya aturan mengenai sampah membuat kualitas manajemen sampah di Indonesia sangat buruk.
“Sampah plastik itu bisa didaur ulang, hanya saja masyarakat kita belum terbiasa. Makanya aturan pembatasan penggunaan kantong plastik saja sebenarnya tidak cukup. Harus ada kebijakan yang lebih besar,” tutur LaNyalla, Selasa (22/6/2021).
Menurutnya, perlu ada aturan untuk membiasakan masyarakat lebih peduli terhadap dampak sampah plastik. LaNyalla mengingatkan, perlu ratusan tahun untuk mengurai sampah plastik yang dampaknya akan dirasakan oleh generasi mendatang.
“Makanya harus dimulai dari tingkat masyarakat terkecil yaitu rumah tangga. Kita tidak bisa mengandalkan kesadaran masyarakat karena kita sudah terbiasa abai. Pemerintah perlu membuat aturan agar masyarakat memilah sampah sejak dari rumah,” tuturnya.
Berkaca dari luar negeri, kata LaNyalla, warga diminta memilih sampah makanan, sampah yang bisa didaur ulang, sampah diaper, hingga sampai sampah perabot. Dengan demikian, sampah yang bisa didaur ulang akan lebih mudah teridentifikasi.
“Pemerintah juga perlu menyiapkan bank-bank sampah daur ulang. Memang pekerjaan rumah yang besar, tapi saya yakin dengan manajemen yang baik, kita bisa lebih baik lagi mengelola sampah yang bisa merugikan lingkungan,” sebut LaNyalla.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, timbunan sampah tahun 2020 mencapai 67,8 juta ton, di mana 15% di antaranya terdiri dari sampah plastik. Dari jumlah ini, 88,17% sampah plastik masih diangkut ke TPA atau bahkan berserakan di lingkungan.