Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (foto: ist)
Jakarta, Katakini.com – Indonesia mencatat realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2021 mencapai Rp219,3 triliun.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan jumlah tersebut setara dengan 1,32 persen produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
“Kinerja APBN sampai dengan Mei 2021 lebih baik dari periode Mei 2020,” kata Suahasil dalam konferensi pers secara virtual, Senin.
Dia mengatakan defisit terjadi lantaran penerimaan negara lebih rendah dibanding belanja negara untuk mengantisipasi dampak Covid-19.
Dia mencatat penerimaan negara hingga Mei 2021 baru mencapai Rp 726,4 triliun.
Namun, lanjut dia, realisasi penerimaan negara naik 9,31 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Jumlah tersebut, kata dia, terdiri atas penerimaan pajak yang tumbuh 3,4 persen menjadi Rp459,6 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Realisasi penerimaan pajak itu, tambah dia, mencapai 37,4 persen dari target yang ditetapkan pemerintah hingga akhir tahun ini sebesar Rp 1.229,6 triliun.
“Untuk pajak mulai positif, ini sangat baik karena ini proses pemulihan," ujar dia.
Juga kata dia, kepabeanan dan cukai tumbuh cukup tinggi dengan 46,2 persen menjadi Rp99,3 triliun.
Serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp167,6 triliun, naik 22,4 persen secara tahunan, kata dia.
Sementara itu, dia menjelaskan, pertumbuhan belanja negara sudah mencapai Rp945,7 triliun atau 34,4 persen dari target Rp2.750 triliun sepanjang tahun ini.
Realisasi belanja negara ini meningkat 12,01 persen dibanding Mei 2020 yang hanya Rp 843,9 triliun.
Belanja tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD).
Dia merinci, belanja pemerintah pusat dibagi menjadi belanja kementerian lembaga dan belanja non kementerian lembaga masing-masing Rp 359,8 triliun dan Rp 287,9 triliun.
Selanjutnya dia menuturkan, transfer ke daerah dan Dana Desa mengalami kontraksi 2,8 persen menjadi Rp298 triliun.
Dia juga merinci, pembiayaan anggaran tercatat mencapai Rp309,3 triliun dan SILPA Rp90 triliun.
“SILPA lebih kecil dibanding bulan April yakni Rp254,2 triliun,” jelas Suahasil.(AA)