Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Foto: dpd/katakini.com
Katakini.com - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mennyampaikan, sebagai negara besar Indonesia seharusnya malu memiliki ketergantungan listrik kepada Malaysia, khususnya untuk di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar).
"Sebagai negara besar dengan sumber daya alam melimpah, Indonesia harusnya malu jika ketergantungan energi kepada negara tetangga (Malaysia, red)," kata LaNyalla melalui keterangan tertulis yang diterima katakini.com di Jakarta, Selasa (15/6/2021).
La Nyalla mengatakan, Kalbar tidak boleh lagi bergantung pasokan listrik dari Malaysia.
"Kalimantan Barat harus mempunyai kemandirian dan ketahanan energi," katanya.
Menurut LaNyalla, Indonesia harus terus berusaha membangun pembangkit-pembangkit listrik di Kalimantan Barat. Potensinya sangat besar mengingat kita kaya sumber energi.
"Intinya, nggak boleh lagi beli listrik dari Malaysia. Malu kita sebagai negara besar tetapi energi saja harus dipasok oleh negara lain,” tegas LaNyalla.
Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan, periode Agustus 2020 Kalbar masih bergantung pada Sesco Malaysia untuk memenuhi kebutuhan listrik sebesar 714,78 MW. Beban puncak kebutuhan listrik di Kalbar adalah 509,52 MW.