• News

Dukung Pariwisata, Kolaborasi BUMN Luncurkan IATRI dan IATLI

yahya | Jum'at, 28/05/2021 21:41 WIB

Dukung Pariwisata, Kolaborasi BUMN Luncurkan IATRI dan IATLI Peluncuran IATRI dan IATLI untuk dukung pengembangan pariwisata nasional. Foto: tangkapanlayar

Katakini.com - Pertama kalinya di Indonesia, BUMN klaster pariwisata dan pendukung meluncurkan Indonesia Aviaton & Tourism Research Institute (IATRI) dan Indonesia Aviation & Tourism Learning Institute (IATLI), hari ini, Jumat (28/5/2021).

Keduanya didirikan sebagai pusat kajian serta pelatihan ilmu dan kompetensi (Centre of Excellence/CoE) bagi karyawan di 9 BUMN klaster sektor pariwisata dan pendukung.

BUMN yang berkolaborasi adalah PT Angkasa Pura II, PT Survai Udara Penas, PT Angkasa Pura I, PT Garuda Indonesia, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, PT Hotel Indonesia Natour, PT Sarinah, Perum LPPNPI (AirNav Indonesia), dan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko.

Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto menuturkan keberadaan IATRI dan IATLI untuk mendukung peningkatan daya saing Indonesia, Visi Indonesia Emas 2045 dan Rencana Jangka Menengah Nasional 2020 - 2024.

“Tujuan jangka pendek adalah membangkitkan pariwisata menjadi sumber devisa, yang saat ini terdampak pandemi. IATRI dan IATLI akan mewujudkan hospitality khas nusantara untuk mendorong pariwisata Indonesia, bahkan menjadi kekuatan bangsa Indonesia,” ujar Susyanto.

Muhammad Awaluddin, President Director AP II sekaligus Ketua Koordinator BUMN Center of Excellence Klaster Pariwisata dan Pendukung, menuturkan pembentukan kedua institut ini berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. SE-1/MBU/02/2021 sebagai dasar pelaksanaan Transformasi fungsi Learning Center/Corporate University, Research Center, dan Innovation Center BUMN.

“Transformasi pada Learning, Research, dan Innovation Center tersebut untuk mencapai 5 prioritas yang ditetapkan Kementerian BUMN yaitu Nilai Ekonomi dan Sosial, Inovasi Model Bisnis, Kepemimpinan Teknologi, Peningkatan Investasi dan Pengembangan Talenta,” jelas Muhammad Awaluddin.

AP II ditunjuk menjadi koordinator untuk IATRI, sementara Garuda Indonesia koordinator untuk IATLI.

IATRI dan IATLI akan membentuk world class leaders & talents, world class management practices, world class digital capabilities, dan world class technology & innovation capabilities, yang akan membawa sektor pariwisata Indonesia unggul di kancah global,” ujar Muhammad Awaluddin.

Muhammad Awaluddin menambahkan bahwa  Pembelajaran, Riset & Inovasi [Learning, Research & Innovation/LRI] adalah pondasi prioritas Kementerian BUMN untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. Sejalan dengan itu, pendirian IATRI dan IATLI diharapkan dapat meningkatkan level kompetitif Indonesia (Indonesia’s competitive rank) terkait inovasi, keahlian, pasar, tenaga kerja dan lain sebagainya.

IATRI sendiri akan menjalankan fungsi bridging (menjembatani), connecting (menghubungkan) dan accelerating (memacu) antara bidang penelitian dengan operasional di lapangan.

Muhammad Awaluddin menuturkan seluruh kegiatan IATRI dan IATLI ini akan terintegrasi serta saling mendukung dengan juga menerapkan konsep pentahelic.

“Melalui pentahelic, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas program dengan melibatkan 5 sektor yakni Pelaku Usaha, Komunitas, Pemerintah, Media, dan Akademis. IATRI dan IATLI juga akan menerapkan kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai sektor industri untuk efisiensi dan efektivitas program dengan berlandaskan student based, program based, research based dan sponsorship based,” papar Muhammad Awaluddin.

Adapun AP II telah memiliki infrastruktur dan fasilitas memadai untuk menjalankan IATRI yaitu gedung Airport Learning Center yang berlokasi di kawasan Bandara Soekarno-Hatta dengan fasilitas berupa 10 ruang kelas dengan teknologi modern, auditorium, amphitheater, e-libray, ruang simulasi, VIP lounge dan dining hall.

Keywords :


AP II IATLI
.
IATRI