• News

Junta Militer Tewaskan 831 Orang Sejak Kudeta

akhyar | Jum'at, 28/05/2021 11:01 WIB

Junta Militer Tewaskan 831 Orang Sejak Kudeta Kelompok masyarakat sipil pengawas tahanan politik di Myanmar menyampaikan sedikitnya 831 orang tewas sejak kudeta militer 1 Februari lalu. (foto: Republika)

Katakini.com - Kelompok masyarakat sipil melaporkan korban tewas sejak kudeta militer di Myanmar bertambah tiga orang menjadi 831 orang.

Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) mengungkapkan dua korban asal Negara Bagian Kayah tewas pada Kamis, sementara satu korban asal Yangon dibunuh pada Rabu dan didokumentasikan pada Kamis.

Dalam laporannya pada Jumat dini hari, AAPP mencatat 4.331 orang masih ditahan, di mana 102 orang di antaranya dijatuhi hukuman.

AAPP mengungkapkan pasukan junta menembak dua pemuda dari Kotapraja Demoso, Negara Bagian Kayah, hingga tewas ketika mereka membawa makanan untuk pengungsi internal atau internally displaced people (IDP) asal Karenni, pada Kamis pagi.

Menurut AAPP, seorang laki-laki yang menderita gangguan kesehatan mental juga menjadi korban tewas dari penembakan yang dilakukan junta pada 25 Mei 2021.

"Soe Linn Htet, mahasiswa tahun kedua jurusan teknik sipil di Universitas Teknologi Meiktila, ditangkap di rumahnya di Kotapraja Pyawbwe, Mandalay, (Kamis) pagi ini," ungkap AAPP dalam keterangannya.

Di samping itu, AAPP melaporkan, seorang reporter Kantor Berita Ayeyarwaddy Times yang berbasis di daerah Ayeyarwaddy, Aung Mya Than, ditangkap pada 25 Mei 2021 dan dipukuli saat diinterogasi.

 

-- PM Malaysia dan Sekjen PBB kesal tidak ada perkembangan positif atas situasi di Myanmar

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengaku kesal dan bimbang mengenai situasi di Myanmar pasca-kudeta militer yang tidak menunjukkan perkembangan positif.

Isu Myanmar sekaligus Palestina dibicarakan saat Muhyiddin menerima panggilan telepon Sekjen PBB, Kamis.

"Perdana Menteri dan Sekjen PBB juga setuju supaya semua pihak yang terlibat harus terus bekerja sama secara konstruktif dengan tujuan untuk memastikan kestabilan politik dan ekonomi di Myanmar," ungkap Muhyiddin dalam keterangannya, Kamis malam.

Dalam pembicaraan tersebut, Muhyiddin menginformasikan Malaysia serta negara-negara ASEAN sudah mengadakan pertemuan di Jakarta pada April lalu guna mencari penyelesaian atas krisis di Myanmar.

Menurut Perdana Menteri, ASEAN dan PBB dapat bekerja sama untuk mencari solusi krisis Myanmar, terutama melalui konsensus 5 poin yang disepakati dari pertemuan pemimpin negara-negara ASEAN tersebut.

Konsensus tersebut antara lain menyerukan penghentian kekerasan di Myanmar, membentuk utusan khusus ASEAN, serta menyediakan bantuan kemanusiaan ke Myanmar.

Malaysia sekaligus memberitahu pengangkatan Utusan Khusus Ketua ASEAN sedang diselesaikan dalam upaya mencari solusi damai. (AA)


Keywords :


junta kudeta
.
Myanmar