Pertugas kesehatan mempersiapkan ruang perawatan di rumah sakit darurat di Wisma Atlet Jakarta 23 Maret 2020 (foto: EPA/ theconversation.com)
Katakini.com - Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSSI) mengatakan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat telah meningkat hingga lebih dari 50 persen di sejumlah daerah pasca-libur Lebaran.
Sekretaris Jenderal PERSSI Lia Gardenia Partakusuma mengatakan kenaikan jumlah pasien di rumah sakit paling signifikan terlihat di Aceh dan Sulawesi Barat.
“Ada provinsi yang naiknya lebih dari 50 persen yaitu Aceh dan Sulawesi Barat, bahkan Aceh itu bisa lebih 100 persen kenaikan pasien Covid-19-nya,” kata Lia melalui diskusi virtual pada Kamis.
Dia melanjutkan, jumlah pasien dengan gejala berat yang membutuhkan perawatan intensif di provinsi tersebut juga meningkat.
“Di provinsi yang tadi saya sebutkan lebih dari 50 persen pasiennya meningkat, di sana bahkan ruang ICU ada yang sudah tidak bisa lagi menampung pasien,” ujar dia.
Sejumlah provinsi lainnya juga mencatat kenaikan jumlah pasien sebesar 25-50 persen yakni Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatra Barat, Jawa Tengah, dan Jambi.
—Varian baru Covid-19 bisa perburuk situasi
PERSSI mengkhawatirkan angka kasus akan terus meningkat sebagai dampak tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang Idulfitri pekan lalu.
Meski angka kasus positif harian saat ini sudah tergolong rendah, Lia mengatakan angka kematian yang meningkat sebesar 2,77 persen seharusnya menjadi perhatian.
Ditemukannya kasus Covid-19 dengan varian baru di Indonesia seperti B117 asal Inggris, B1617 asal India, dan B1351 asal Afrika Selatan juga berpotensi memperburuk kondisi.
Varian B117 misalnya memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi, sedangkan varian B1351 dapat memperburuk kondisi pasien.
Pada situasi penularan sebelumnya, ketika varian Covid-19 D614G mendominasi kasus di Indonesia, Lia mengatakan ada 5 persen pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Kehadiran varian baru asal India, Inggris, dan Afrika Selatan dikhawatirkan memicu lebih banyak pasien yang membutuhkan perawatan.
“Kalau seperti di India, dia (varian virus baru) bisa menyebabkan kematian lebih tinggi dan kesakitan lebih berat ini akan mengganggu juga, rumah sakit akan sulit,” kata Lia.
Kementerian Kesehatan sendiri telah menyiapkan 70 ribu tempat tidur isolasi dan 7.500 tempat tidur ICU untuk mengantisipasi lonjakan kasus yang berpotensi terjadi usai libur Lebaran.
Pasalnya, sebanyak 1,5 juta orang tetap mudik Lebaran meski pemerintah telah melarang.(AA)