Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (foto: Biro Pers Setpres )
Katakini.com - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyatakan kementeriannya akan menghubungkan investasi dari luar dan dalam negeri dengan pemerintah daerah dan pusat menjadi satu pintu.
Seusai dilantik dari sebelumnya Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi Menteri Investasi, Bahlil mengaku diminta Presiden Jokowi untuk tidak menghambat perizinan investasi ke Indonesia.
"Meningkatkan investasi yang berkualitas baik PMA maupun PMDN. Juga tidak berbicara hanya itu tapi juga adalah pemerataan pertumbuhan investasi antara Jawa dan luar Jawa," jelas Menteri Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu.
Dia juga diminta Presiden Joko Widodo untuk tidak hanya menangani pengusaha besar melainkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
"Harus kita kawinkan pengusaha-pengusaha besar dengan UMKM, pengusaha-pengusaha besar dan yang ada pengusaha di daerah dan pengusaha nasional," kata dia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo resmi melantik Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) dan Bahlil Lahadalia menjadi Menteri Investasi.
Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 72/P tahun 2021 tentang Pembentukan dan Pengubahan Kementerian serta Pengangkatan Beberapa Menteri Negara Periode 2019-2024.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta Menteri Investasi merupakan jabatan baru dalam Kabinet Indonesia Maju menyusul adanya perubahan nomenklatur.
Sebelumnya Menteri Nadiem menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sementara Bahlil Lahadalia menjabat Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).(AA)