Penghentian vaksin bukan hanya dilakukan di Hong Kog tapi juga Makau. Penggunaan disetop sementara karena ada cacat pada kemasan. (Foto: AP)
Katakini.com – Hong Kong dan Makau, dua daerah semi-otonom China, menghentikan penggunaan vaksin BioNTech untuk sementara waktu.
Keputusan itu diambil setelah ditemukannya kerusakan pada pengemasan botol vaksin.
Fosun Industrial, perusahaan lokal yang mengembangkan vaksin Jerman, mengumumkan hal itu pada Rabu.
Data pemerintah Hong Kong menunjukkan setidaknya 403 ribu orang telah diberi vaksin sejauh ini.
Hong Kong menyetujui vaksin BionNTech pada Januari, dan kemudian menyetujui vaksin Sinovac buatan China untuk penggunaan darurat.
“Kami menekankan bahwa meskipun BioNTech dan Fosun Pharma yakin kesalahan itu tidak berisiko terhadap keamanan produk, tetapi vaksinasi terkait harus ditangguhkan sambil menunggu hasil penyelidikan,” jelas pemerintah Hong Kong.
Pernyataan serupa dikeluarkan oleh pemerintah daerah di Makau.
"Kami menangguhkan vaksinasi BioNTech tahap 210104 sebagai tindakan pencegahan untuk memastikan keamanan vaksin," terang pemerintah Makau.
Hingga Rabu, Hong Kong telah melaporkan 11.410 kasus Covid-19, termasuk 204 kematian.
Sementara itu, Makau mencatat 48 kasus tanpa kasus kematian.