• News

50 WNI di Myanmar Pulang Karena Situasi Memburuk

akhyar | Rabu, 17/03/2021 20:38 WIB

 50 WNI di Myanmar Pulang Karena Situasi Memburuk Demo anti kudeta di Mynmar

Katakini.com - Indonesia mencatat ada sekitar 50 orang warganya pulang dari Myanmar karena situasi yang semakin memburuk.

Duta Besar Indonesia untuk Myanmar Iza Fadri mengatakan WNI yang tinggal di Myanmar itu pulang secara mandiri sejak terjadinya kudeta oleh militer Myanmar.

Saat ini kata dia, kedutaan menyiapkan tempat penampungan yaitu di sebuah sekolah Indonesia di Yangon bagi warganya yang merasa tidak aman di tempat tinggal mereka.

"[KBRI] bantu repatriasi mandiri bagi yang ingin pulang," jelas Iza Fadri kepada Anadolu Agency melalui pesan singkat, Rabu.

Meski demikian, dia menyatakan hingga kini pihaknya belum memutuskan untuk melakukan evakuasi WNI.

Berdasarkan data pemerintah, jumlah WNI yang menetap di Myanmar sekitar 500 orang.

Mayoritas tinggal di wilayah Yangon dan bekerja di sektor migas, industri garmen dan anak buah kapal.

Sebelumnya, Kelompok masyarakat sipil pengawas tahanan politik di Myanmar menyampaikan, pada Rabu, warga Myanmar yang tewas telah mencapai lebih dari 200 orang sejak kudeta militer 1 Februari lalu.

Data Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) menyebutkan, hingga Selasa malam, 202 orang telah tewas, dengan tambahan 2 orang tewas dari data sehari sebelumnya.

Hingga 16 Maret, AAPP melaporkan total 2.181 orang telah ditangkap, didakwa atau dihukum sehubungan dengan percobaan kudeta militer pada 1 Februari.

“Tahanan belum diizinkan untuk bertemu dengan kerabat dan perwakilan hukum mereka, tidak ada yang tahu di mana, karena begitu banyak orang ditahan,” terang AAPP dalam pernyataannya.

AAPP juga melaporkan militer melakukan penggerebekan dan menembakkan senjata ke jalan di Kota Dawbon dan Dagon Myothit, wilayah Yangon.

Selanjutnya di Moggok, kawasan Mandalay, beberapa orang terluka akibat tembakan senapan mesin pihak keamanan yang mengarah ke rumah dan jalan.

“Beberapa orang yang terluka ditangkap dan meninggal tanpa akses perawatan medis, beberapa orang meninggal karena disiksa selama interogasi,” lapor AAPP.

“Orang-orang di Burma (nama lain dari Myanmar) setiap hari diserang dan dibunuh secara tidak manusiawi oleh kudeta junta,” tambah AAPP.

Rezim kudeta Myanmar sebelumnya menambah pemberlakuan darurat militer di sembilan kota di Yangon dan Mandalay pada Senin, sehari setelah pasukan keamanan menembak mati hampir 40 pengunjuk rasa menuntut pemulihan pemerintahan sipil.

Saluran TV pemerintah MRTV dan Myawaddy mengumumkan darurat militer di kota-kota Aungmyay Thazan, Chan Aye Thazan, Maha Aung Myay, Pyi Gyi Tagon, dan Chan Mya Thazi di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar.

Darurat militer juga diumumkan di kota-kota Dagon Utara, Okalapa Utara, Dagon Selatan, dan Dagon Seik Kan Yangon.


Keywords :


WNI Myanmar
.
500 orang