• Bisnis

Uni Emirat Arab Akan Investasi Resor Pariwisata di Aceh

akhyar | Sabtu, 06/03/2021 07:02 WIB

Uni Emirat Arab Akan Investasi Resor Pariwisata di Aceh Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab (UEA), Suhail Al Mazroui ((foto detikcom)

Katakini.com - Pemerintah Indonesia akan mengembangkan resor pariwisata di kawasan Aceh Singkil, Aceh dengan menggandeng Uni Emirat Arab.

Rencana ini telah dibicarakan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan dengan Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab Suhail Al Mazroui pada kunjungannya ke Indonesia pekan ini dalam rangka Business Forum Indonesia Emirates Amazing Weeks (IEAW) 2021.

Menurut Luhut, Uni Emirat Arab telah menandatangani Letter of Intent dengan Gubernur Aceh terkait proyek di beberapa pulau yang akan menjadi tujuan para turis.

Dia melanjutkan, proyek ini berupa resor di pulau kosong di kawasan Aceh Singkil dengan nilai proyek berkisar USD300 juta hingga USD500 juta atau sekitar Rp7 triliun.

“Studi ini kami lakukan dengan sangat cepat. Presiden juga memberi lampu hijau terkait ini, ketika kami bertemu dengan beliau di Bogor hari ini. Jadi dalam dua bulan kita bisa melihat progres dari proyek di daerah Singkil ini,” kata Luhut dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Dalam konferensi pers yang sama, Suhail Al Mazroui mengatakan UEA berharap rencana ini dapat segera difinalisasi.

“Kami harap bisa segera berlanjut ke tahap berikutnya, yakni mencapai kesepakatan definitif terkait hal ini,” kata Suhail.

Dalam forum bisnis ini, Indonesia dan Uni Emirat Arab telah menyepakati sejumlah kerja sama investasi.

Pertama, UEA akan terlibat dalam proyek rehabilitasi hutan bakau. Indonesia menargetkan 620 ribu hektare hutan bakau akan direhabilitasi hingga 2024.

Kedua, kerja sama di bidang ekonomi kreatif yang telah ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman.

Ketiga, Indonesia-UEA menyepakati rencana mengadakan World Conference of Creative Economy.

Keempat, kesepakatan menjalin kerja sama `joint venture` antara Dubai Ports World (DP World) dengan Maspion Group.  Kerja sama ini untuk membangun pelabuhan peti kemas internasional di Gresik, Jawa Timur.

Komitmen investasi pembangunan pelabuhan ini senilai USD1,2 miliar atau sekitar Rp16,8 triliun.

“Ini akan mengurangi biaya dengan mereka masuk ke Indonesia dan bekerja sama dengan Maspion. Ke depan, cost di pelabuhan akan turun puluhan persen,” kata Luhut.

Indonesia-UEA juga membahas perjanjian kerja sama pertahanan antara PT Pindad dengan perusahaan industri strategis dan pertahanan UEA, Caracal.

Selain itu, ada pula kesepakatan kerja sama antara Pertamina dan ADNOC, perusahaan migas UEA.(Anadolu Agency)

Keywords :


UEA investasi
.
Singkil