"Saya telah mengadakan pertemuan secara online (daring) dengan pihak WHO terkait masalah ini dan
sertifikat ini akan disesuaikan untuk memastikan bisa diterima secara internasional," kata Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Seri Dr Adham, Rabu (3/3/2021).
Dalam waktu satu bulan ini, ujarnya, pihaknya akan melaksanakan
sertifikat ini sebagai pengesahan penerimaan suntikan
vaksin COVID-19.
Pada kesempatan yang sama, Adham mengatakan pengurusan suntikan
vaksin COVID-19 di rumah sakit swasta masih dalam proses perbincangan.
Dia mengatakan saat ini hanya rumah sakit pemerintah yang menyediakan suntikan
vaksin itu secara gratis.
"Jika rumah sakit swasta ingin menjalankan
vaksinasi mereka perlu menggunakan saluran seperti Persatuan Rumah Sakit Swasta Malaysia, Persatuan Pengobatan Malaysia serta beberapa persatuan untuk menyampaikan aspirasi," katanya.
Seperti diberitakan antaranews, Malaysia melaksanakan Program Imunisasi COVID-19 Kebangsaan pada 24 Februari 2021 melalui tiga fase yaitu fase pertama (Februari – April 2021) untuk kelompok petugas barisan depan (frontliners) melibatkan 500.000 orang.
Fase kedua (April – Agustus 2021) untuk kelompok warga usia lanjut berumur 65 tahun ke atas dan golongan berisiko tinggi serta orang cacat melibatkan 9.4 juta orang.
Fase tiga (Mei 2021 – Februari 2022) untuk warga di Malaysia berumur 18 tahun ke atas (warganegara dan bukan warganegara) dengan sasaran lebih 13.7 juta orang.