Pengungsi Rwanda
Katakini.com - Program Pangan Dunia (WFP) mengumumkan bahwa mereka harus memotong bantuan makanan bagi pengungsi di Rwanda hingga 60 persen untuk bulan depan karena kekurangan dana.
Keputusan tersebut kemungkinan akan menyebabkan krisis pangan dan akan mempengaruhi 135.000 pengungsi Burundi dan Kongo di kamp-kamp di Rwanda yang bergantung pada bantuan tersebut.
"Kami sudah putus asa. Kami tidak punya pilihan selain mengurangi bantuan kami kepada para pengungsi," kata Direktur WFP Rwanda Edith Heines dalam sebuah pernyataan.
“WFP menghargai dukungan yang diterima sejauh ini sekaligus mendesak para pendonor untuk membantu para pengungsi dan memberikan dana tambahan sehingga kami dapat menghindari dampak negatif yang berkepanjangan," imbuh dia.
Setiap bulannya, WFP memberikan bantuan tunai kepada pengungsi untuk membeli makanan di pasar lokal, di mana setiap orang menerima 7.600 franc Rwanda (USD7,72).
WFP membutuhkan sekitar USD9 juta untuk mencegah pengurangan jatah dari Maret hingga Juni.
Badan itu juga membutuhkan USD20,6 juta untuk melanjutkan bantuan penuh sepanjang tahun.
Meskipun begitu, WFP berjanji untuk mempertahankan jatah penuh dukungan nutrisi bagi 51 ribu pengungsi yang dianggap sangat rentan, termasuk anak-anak di bawah usia dua tahun, anak usia sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta mereka yang sedang menjalani pengobatan.
Menurut WFP, banyak pengungsi yang sangat terpukul oleh dampak pandemi Covid-19.
Data WFP dari Juni hingga November 2020 menunjukkan peningkatan ketergantungan pada bantuan eksternal di antara pengungsi sejak dimulainya pandemi.(Anadolu Agency)