• News

Iran Minta Indonesia Jelaskan Penyitaan Kapal Tanker Minyak

akhyar | Rabu, 27/01/2021 09:10 WIB

Iran Minta Indonesia Jelaskan Penyitaan Kapal Tanker Minyak Bakamla Amankan 2 Kapal Tanker Berbendera Asing Diduga Lakukan Transfer BBM Illegal

Katakini.com- Iran telah meminta pihak berwenang Indonesia menjelaskan penyitaan kapal tanker minyaknya yang diduga pengiriman minyak ilegal.

Iran, produsen minyak terbesar kedua OPEC, dituduh mencoba menghindari sanksi AS untuk mentransfer minyak ke negara-negara di kawasan, seperti China, dengan mengubah dokumen kapal untuk menyembunyikan negara sumber kargo minyaknya.

Indonesia menyita kapal tanker Iran dan kapal Panama, kata Badan Keamanan Laut Indonesia pada Senin.

Kapal tanker tersebut, MT Horse berbendera Iran dan MT Freya berbendera Panama, dicurigai melakukan beberapa pelanggaran, termasuk mengungkap bendera nasional, memblokir sistem identifikasi mereka, berlabuh secara ilegal dan transfer bahan bakar yang melanggar hukum antara kapal dan menumpahkan minyak, kata badan itu.

Departemen Keuangan AS pada Juni tahun lalu memberikan sanksi kepada lebih dari seratus kapal tanker minyak dan kapal Iran, termasuk dua kapal tanker yang mengirimkan bensin ke Venezuela. Departemen itu juga memperingatkan negara-negara agar tidak membeli minyak atau produk dari Iran dan Korea Utara.

Ekspor minyak Iran sebelum Mei 2018, ketika pemerintahan Trump memberlakukan kembali sanksi terhadap negara itu setelah penarikan dari perjanjian nuklir 2015, mendekati 3 juta barel per hari (bph), yang anjlok di bawah 500.000 barel per hari di tahun-tahun berikutnya.

Pada Desember, Iran menginstruksikan kementerian perminyakannya untuk mempersiapkan produksi dan penjualan minyak mentah dengan kapasitas penuh dalam waktu tiga bulan. Iran berencana untuk meningkatkan produksinya menjadi 4,5 juta barel per hari pada Maret 2021 dan juga berencana mengekspor 2,3 juta barel per hari dari hasil ini.

Ekonomi Iran, yang secara tradisional bergantung pada ekspor minyak, telah menanggung kerugian terberat dengan sanksi, karena banyak negara mengurangi impor minyak dari Iran, khawatir hukuman ekonomi dari AS.(Anadolu Agency)

Keywords :


Iran tanker
.
minyak
.