Ilustrasi
Katakini.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menilai pengurangan alokasi subsidi pupuk bisa menurunkan produktivitas hasil tanaman sebesar 20-24 persen. Sebab, pupuk menjadi bahan penunjang bagi petani dalam berproduksi.
Hal itu diungkapkan Mentan Syahrul dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR. Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota Komisi IV DPR sempat mempertanyakan terkait manfaat dari subsidi pupuk, apalagi dana yang telah digelontorkan pemerintah mencapai Rp33 triliun.Mentan Syahrul menyebutkan nilai manfaat dari penggunaan pupuk bersubsidi mencapai Rp347,2 triliun, berdasarkan luas baku sawah Nasional seluas 7,46 juta hektare."Kalau intervensi pupuk diturunkan saja dari kondisi sekarang, 50 persen saja, saya khawatir ini akan menurunkan 20-24 persen dari hasil yang ada. Dan itu triliunan. Jadi menurut saya, pupuk ini harus dilakukan (subsidi)," kata Mentan Syahrul dalam RDP bersama Komisi IV di Gedung DPR/MPR Senayan Jakarta, Senin (25/1/2021).Syahrul mengungkapkan nilai tambah produksi sebagai dampak pupuk bersubsidi mencapai Rp98,4 triliun, berdasarkan hasil kajian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).Jika dibandingkan dengan anggaran yang digunakan rata-rata yakni dari tahun 2014-2020 sebesar Rp28,1 triliun, nilai manfaat dari subsidi pupuk mencapai 250 persen.