Petugas dari Tim SAR sedang berusaha mengevakuasi korban gempa di Sulawesi Barat (aa.com.tr)
Katakini.com - Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan jumlah korban meninggal akibat gempa M6,2 yang mengguncang Provinsi Sulawesi Barat pada Jumat pukul 02.28 WITA bertambah menjadi 73 orang.
“Sedikitnya 64 orang dilaporkan meninggal di Kabupaten Mamuju, dan sembilan orang lainnya meninggal di Kabupaten Majene,” kata BNPB dalam siaran pers yang dirilis pada Minggu.
Tercatat ada 554 korban luka di Kabupaten Majene, di mana 64 orang mengalami luka berat, 215 orang luka sedang, dan 275 orang luka ringan.
Sementara itu, 189 orang di Kabupaten Mamuju dilaporkan mengalami luka berat dan harus menjalani rawat inap.
Menurut BNPB, sebanyak 27.850 orang kini mengungsi di 25 titik pengungsian yang tersebar di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang serta Desa Limbua.
BNPB juga mengumumkan akan memberikan dana stimulan bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa, yakni 50 juta rupiah untuk Rumah Rusak Berat (RB), 25 juta rupiah untuk Rumah Rusak Sedang (RS), dan 10 juta rupiah untuk Rumah Rusak Ringan (RR).
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa gempa bumi M5,0 kembali terjadi di Kabupaten Majene pada Sabtu.
Kepala BNPB Doni Monardo meminta agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan kabar bohong atau hoaks yang beredar terkait gempa.
“Jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Doni saat melakukan peninjauan lokasi terdampak pada Minggu.(Anadolu Agency)