Ilustrasi flight data recorder (FDR)
Katakini.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan pengunduhan data dari flight data recorder (FDR) Sriwijaya Air SJ 182 yang telah berhasil ditemukan membutuhkan waktu selama 2 hingga 5 hari.
Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan proses pengunduhan data tersebut diperlukan untuk bisa mengungkap misteri penyebab jatuhnya pesawat tersebut.
“Tujuan dari investigasi kami adalah untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang bisa jadi pelajaran kita agar tidak kembali terjadi,” jelas Soerjanto dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan hasil investigasi KNKT nantinya dapat menjadi dasar bagi peningkatan keselamatan sektor penerbangan di Indonesia.
Soerjanto juga berharap agar cockpit voice recorder (CVR) dari pesawat tersebut dapat segera ditemukan agar bisa segera diinvestigasi.
Pada hari keempat proses evakuasi dan pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182, tim SAR gabungan berhasil menemukan FDR yang merupakan bagian dari black box pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada hari keempat proses pencarian dan evakuasi di jam 16.40 WIB.
Sementara itu, CVR masih dalam proses pencarian setelah tim SAR juga menemukan dua underwater acoustic beacon yang merupakan bagian dari FDR dan CVR pesawat tersebut.
Sebagai informasi, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tujuan Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu pukul 14.40 WIB, atau empat menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, sebelum dinyatakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu antara pulau Laki dan pulau Lancang.
Pesawat tersebut membawa total 62 orang yang terdiri dari 50 orang penumpang dan 12 kru.(Anadolu Agency)