Proses pengayaan
uranium hingga 20 persen mulai dilakukan pada Senin (4/1/2021), sebagai bagian dari Rencana Aksi Strategi untuk Melawan Sanksi, yang disetujui oleh parlemen pada Desember 2020.
"Kegiatan ekstensif sedang berlangsung di AEOI, seperti pembangunan dua pembangkit
nuklir di Bushehr (di selatan Iran). Ini merupakan dua proyek industrial terbesar di negara tersebut dengan menghabiskan biaya sekitar 10 miliar dolar AS," terang Salehi yang dikutip antaranews dari Kantor Berita IRNA.
"Selain itu, sampai empat tahun lalu kami memproduksi rata-rata empat hingga lima ton
uranium (pertahun)...dan tahun ini bakal ditambah menjadi 35 hingga 40 ton, yang besarannya delapan kali lipat dibanding empat tahun silam," katanya.