• News

Biofarma Bantah Vaksin Covid-19 Sinovac Hanya Untuk Uji Klinik

akhyar | Minggu, 03/01/2021 22:20 WIB

Biofarma Bantah Vaksin Covid-19 Sinovac Hanya Untuk Uji Klinik Ilustrasi

Katakini.com - Juru bicara PT Bio Farma untuk Vaksin Covid-19 Bambang Herianto pada Minggu memberikan klarifikasi terkait informasi hoax yang beredar di masyarakat bahwa vaksin Covid-19 yang akan digunakan adalah vaksin untuk uji klinik.

Bambang menyampaikan vaksin Covid-19 untuk program vaksinasi menggunakan vaksin yang telah memperoleh izin penggunaan dari Badan POM.

“Kemasannya pun akan berbeda dengan vaksin yang digunakan untuk keperluan uji klinik," kata Bambang dalam jumpa pers pada Minggu.

Menurut Bambang, kemasan Corovac untuk uji klinik menggunakan pre-filled syringe, atau biasa disingkat PFS yaitu kemasan dan jarum suntik berada dalam satu kemasan.

Sedangkan vaksin untuk program vaksinasi pemerintah dikemas dalam bentuk vial single dose dan tidak akan ada penandaan “only for clinical trial” karena telah memperoleh izin penggunaan.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga mengklarifikasi hoaks terkait artikel vero cell yang beredar di masyarakat.

Bambang menjelaskan vaksin Covid-19 buatan Sinovac tidak mengandung vero cell atau sel vero karena sel vero hanya digunakan sebagai media kultur untuk media kembang dan tumbuh virus tersebut untuk proses perbanyakan virus sebagai bahan baku vaksin.

Jika tidak mempergunakan media kultur, maka virus akan mati sehingga tidak dapat digunakan untuk pembuatan vaksin, kata Bambang.

Selanjutnya, kata Bambang, setelah mendapatkan jumlah virus yang cukup, maka akan dipisahkan dari media pertumbuhan dan sel vero ini tidak akan ikut terbawa proses akhir pembuatan vaksin.

"Dengan demikian, pada produk akhir vaksin, sudah dapat dipastikan tidak akan lagi mengandung sel vero tersebut," jelas Bambang.

Bambang menambahkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac mengandung bahan antara lain virus yang sudah dimatikan atau inactivated virus dan tidak mengandung sama sekali virus hidup atau yang dilemahkan.

“Ini merupakan metode paling umum dalam pembuatan vaksin,” kata Bambang.

Bahan selanjutnya, ungkap Bambang, adalah Alumunium Hidroksida yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan vaksin.

Ada pula larutan fosfat sebagai penstabil (stabilizer), dan larutan garam Natrium Klorida untuk memberikan kenyamanan dalam penyuntikan.

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac juga tidak mengandung bahan seperti boraks, formalin, merkuri, serta tidak mengandung pengawet.

Vaksin yang akan digunakan di masyarakat telah melalui tahapan pengembangan dan serangkaian uji yang ketat, sehingga terjamin kualitas, keamanan dan efektivitasnya di bawah pengawasan BPOM serta memenuhi standar internasional.

Bambang mengungkapkan saat ini seluruh vaksin tersebut disimpan di tempat penyimpanan khusus di fasilitas penyimpanan Bio Farma, dengan suhu yang tetap terjaga antara 2- 8 derajat celcius.

Selain itu, kata dia, serangkaian pengujian mutu, baik yang dilakukan oleh Bio Farma sendiri, maupun oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) juga telah dilakukan.

Pengujian ini dilakukan dalam rangka menjaga kualitas dan keamanan produk vaksin agar terjamin dari mulai diproduksi sampai didistribusikan.

“Vaksin hanya akan digunakan untuk program vaksinasi setelah ada persetujuan penggunaan darurat yang dikeluarkan Badan POM dan bukan sebagai vaksin untuk uji klinik,” kata Bambang. (Anadolu Agency)