Salah satu daerah yang mengalami dampak akibat badai tropis Vicky atau Kovanh di Filipina (Foto Anadolu Agency)
JAKARTA, Katakini.com – Setidaknya delapan orang tewas dan satu lainnya masih hilang setelah badai tropis Vicky atau Krovanh melanda Filipina.
Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina pada Senin mengatakan lima orang korban tewas itu berasal dari Caraga, dua dari Visayas dan satu dari Davao, kutip the Philippine Star.
Selain itu, dua orang terluka dan 36.030 orang dari 8.924 keluarga harus mengungsi demi menghindari dampak serangan badai tersebut.
Dampak serangan badai adalah hujan deras yang merendam sejumlah desa dan memicu tanah longsor.
Sejauh ini, pemerintah mencatat nilai kerugian P110 juta, seiring adanya kerusakan jalan dan untuk pengendalian banjir.
Senin pagi ini, Krovanh tampak di 175 kilometer sebelah barat daya Kepulauan Kalayan, Palawan, di luar wilayah administratif Filipina.
Krovanh adalah badai tropis ke-22 yang menyerang Filipina tahun ini, atau pertama di Desember.
Bulan lalu, badai Ulyyses atau Vamco menelan lebih dari 100 korban jiwa, setelah menyapu daratan Luzon dan mematikan transportasi di ibu kota.(Anadolu Agency)