• Bisnis

Ekspor Singapura Turun 4,9 Persen Pada November

akhyar | Kamis, 17/12/2020 12:30 WIB

Ekspor Singapura Turun 4,9 Persen Pada November Port of Singapore, pusat kegiatan ekspor dan impor negara Singapura

JAKARTA, Katakini.com - Ekspor domestik produk non minyak Singapura (NODX) turun 4,9 persen secara tahunan pada November, menurut data resmi Enterprise Singapura pada Kamis.

Menurut data, penurunan ekspor non minyak ini dikontribusiKAN oleh barang-barang non elektronik seperti petrokimia, farmasi dan emas non moneter, diikuti oleh produk elektronik.

Secara bulan ke bulan (month to month/mom) musiman, ekspor naik 3,8 persen pada November, setelah pada bulan sebelumnya turun 5,4 persen.

Angka ekspor NODX menyentuh S$ 13,6 miliar atau sekitar Rp145 triliun pada November 2020, lebih tinggi dari Oktober 2020 US$ 13,1 miliar.

Adapun total perdagangan turun 8,7 persen pada November year-on-year (yoy) dibandingkan dengan November 2019, setelah sebelumnya pada Oktober juga turun 9 persen yoy.

Berlanjutnya tren penurunan  total perdagangan ini disebabkan perdagangan minyak yang terus menurun di tengah anjloknya harga dunia dibandingkan tahun lalu, terutama ketika terkontraksi signifikan pada Oktober silam akibat terpengaruh pandemi Covid-19.

Data mencatat total ekspor Singapura yoy turun 8 persen pada November, setelah pada Oktober juga turun 8,7 persen. Total impor juga menyusut 9,4 persen pada November, setelah sebelumnya turun 9,3 persen pada Oktober yoy.

Dalam bulan ke bulan, total perdagangan tumbuh sebesar 3,7 persen di November, setelah turun 3,4 persen di bulan sebelumnya.

Total ekspor juga naik 3 persen di November setelah minus 1,6 persen pada Oktober, sementara total impor naik 4,5 persen setelah ambles 5,2 persen.

Pengiriman produk elektronik turun 3,8 persen secara tahunan pada November, melanjutkan penurunan 0,5 persen di bulan sebelumnya.

Ekspor produk elektronik di antaranya sirkuit terpadu, produk media disk dan komponen komputer pribadi berkontribusi paling besar terhadap penurunan ekspor tersebut, masing-masing anjlok 7,9 persen, 9,7 persen dan 12,1 persen.

Pengiriman non elektronik turun 5,2 persen pada November, setelah turun 4 persen pada Oktober.

Anjloknya ekspor petrokimia, yang ambles hingga 18,5 persen, merupakan penyumbang utama, diikuti oleh obat-obatan turun 13,4 persen dan emas non moneter anjlok 15,1 persen.

Ekspor ke pasar utama secara keseluruhan menurun pada November, meskipun ekspor ke Amerika Serikat, Jepang, Taiwan, Malaysia, Thailand dan Hong Kong tumbuh.

China, Uni Eropa dan Indonesia adalah kontributor terbesar penurunan ekspor bagi Singapura.

Pengiriman ke China turun 18,4 persen, setelah bulan sebelumnya tumbuh 5 persen.

Hal ini terjadi akibat turunnya ekspor emas non-moneter sebesar 98,2 persen, petrokimia turun 25,5 persen, dan sirkuit terintegrasi turun 17,9 persen.

Ekspor ke Uni Eropa juga anjlok 24,6 persen menyusul kenaikan 0,8 persen pada bulan Oktober.

Sektor utama yang mengalami penurunan antara lain obat-obatan sebesar 50,2 persen, olahan makanan turun sebesar 96,3 persen, dan mesin listrik turun sebesar 53,0 persen.

Sedangkan pengiriman ke Indonesia juga anjlok 10,9 persen pada November, menyusul penurunan 10,7 persen pada bulan sebelumnya.

Hal ini disebabkan oleh turunnya pengapalan petrokimia turun 31,6 persen, bahan kimia khusus lainnya turun 45,2 persen, dan mesin dan motor non-listrik turun 99,3 persen (Anadolu Agency)