Katakini.com – Pemerintah menyambut baik rencana Toyota untuk mulai mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia pada tahun depan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Airlangga Hartarto menjelaskan kepada delegasi
Toyota dalam pertemuan virtual bahwa sejumlah indikator perekonomian
Indonesia sudah menunjukkan tren pemulihan.
Data Purchasing Managers Index (PMI)
Indonesia tercatat meningkat di November 2020 menjadi 50,6 dari bulan sebelumnya 47,8.
Indeks di atas 50 menunjukkan industri yang berekspansi, sebaliknya indeks di bawah 50 menunjukkan kegiatan terkontraksi.
“Indikator ini menunjukkan kegiatan produksi sudah mulai bergerak, kepercayaan masyarakat mulai pulih, dan daya beli diharapkan bisa mengikuti dan segera menunjukkan perbaikan,” ujar Menko
Airlangga, Selasa.
Menko
Airlangga juga menyambut baik rencana
Toyota membuat proyek Electric Vehicle Smart Mobility di Bali sebagai bagian mendukung penggunaan kendaraan listrik dalam ekosistem eco-tourism di Nusa Dua, Bali.
Toyota akan bekerja sama dengan
Indonesia Tourism Development Corporation atau ITDC Nusa Dua.
Menurut dia, alasan Bali dipilih sebagai lokasi proyek karena sejalan dengan Pemerintah Daerah yang telah mengeluarkan Pergub No 45/2019 tentang energi bersih dan kendaraan listrik.
“Untuk mendukung keberlanjutan model bisnis yang berkelanjutan dan juga peningkatan ekowisata Pulau Bali, pemerintah merekomendasikan hilirisasi produk nikel sebagai bahan baku baterai mobil listrik untuk pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBL–BB) nasional,” imbuh
Airlangga.
Menko Perekonomian menekankan agar hasil produk KBL-BB tidak hanya untuk pasar domestik namun juga untuk ekspor, salah satunya ke Australia dan negara lainnya.
Pemerintah akan memberi dukungan yang diperlukan oleh
Toyota dalam rangka pengembangan KBL-BB dalam bentuk regulasi, insentif fiskal, dan non fiskal.
Dalam pertemuan tersebut, Asia Region CEO
Toyota Motor Corporation Yoichi Miyazaki mengapresiasi pemerintah
Indonesia yang telah menciptakan iklim berusaha yang kondusif sehingga
Toyota dapat berkontribusi dalam pengembangan industri otomotif di
Indonesia.
“Tahun ini menandai 50 tahun beroperasinya
Toyota di
Indonesia,” ujar Miyazaki.
Selain itu,
Toyota juga kembali mempertegas komitmennya atas keberlanjutan pengembangan otomotif dan juga industri otomotif di
Indonesia.
Salah satu caranya dengan mempersiapkan rencana pengembangan dan produksi kendaraan listrik hingga 2025 mendatang.
“
Toyota berkomitmen penuh untuk mendukung upaya pemerintah
Indonesia dalam mengurangi emisi, dan juga mengurangi impor minyak bagi kendaraan bermotor,” lanjut dia.
Miyazaki menjelaskan dalam lima tahun ke depan
Toyota sudah menyiapkan 10 jenis kendaraan listrik bagi konsumen
Indonesia.
“Teknologi kendaraan
Toyota juga sudah siap untuk mendukung penerapan B30 di
Indonesia,” imbuh Miyazaki.
Dia menguraikan bahwa
Toyota menyiapkan dana investasi hingga USD2 miliar dalam 5 tahun ke depan.
Toyota juga memperkirakan konsumsi bahan bakar minyak akan mengalami penurunan hingga 126 juta liter pada 2025.
Miyazaki menambahkan bahwa
Toyota juga menyambut baik undang-undang Cipta Kerja yang diharapkan dapat memperbaiki iklim investasi dan perluasan lapangan pekerjaan di
Indonesia.
“Dalam rencana pengembangan bisnis kami,
Toyota mempersiapkan
Indonesia menjadi hub ekspor bagi produk
Toyota, tidak hanya untuk kawasan ASEAN namun juga negara tujuan lainnya, sehingga kami benar-benar mempersiapkan rantai pasok dan sumber daya manusia,” tambah Miyazaki.(Aandolu Agency)