Katakini.com – Pemerintah mengatakan rendahnya keberanian dunia usaha mengajukan kredit dan perbankan dalam menyalurkan kredit menjadi ancaman bagi perekonomian Indonesia.
Menteri Keuangan
Sri Mulyani mengatakan kondisi ini bisa membuat ekonomi Indonesia "pingsan" karena dunia usaha sudah mengalami tekanan sehingga enggan mengajukan
kredit di masa sulit.
Kemudian, sektor keuangan khususnya perbankan juga mengalami tekanan sehingga pertumbuhan penyaluran
kredit rendah.
“Perbankan melihat risiko
kredit memang melonjak tinggi sekali sehingga
kredit growth nya turun sekarang hampir di level 0 persen atau bahkan negatif,” ungkap Menteri
Sri Mulyani dalam diskusi virtual, Selasa.
Menurut dia,
rendahnya pertumbuhan
kredit tidak mungkin bisa mendorong pertumbuhan, karena ekonomi juga tidak mungkin bisa didorong hanya dengan realisasi APBN saja.
Menteri
Sri Mulyani menambahkan
rendahnya pertumbuhan
kredit ini bisa menjadi tanda bahaya bagi perekonomian karena korporasi tidak bisa mengembangkan usahanya yang dia sebut pingsan.
“Sekarang ini kita harus kembali atau berupaya bagaimana sektor-sektor keuangan dan korporasi kembali bisa melakukan bisnisnya secara hati-hati, namun harus mulai pulih, karena kalau terlalu lama pingsan, ekonominya juga pingsan,” urai dia.
Menteri
Sri Mulyani menambahkan apabila kondisi seperti ini terus dibiarkan, maka akan menyebar ke seluruhan ekonomi Indonesia.
Dia mendorong perbankan agar mulai menyalurkan
kredit dan juga korporasi untuk mulai berani mengajukan
kredit.
Menurut dia, ini yang mendasari pemerintah bersama dengan OJK untuk memberikan relaksasi
kredit agar pelaku usaha termasuk UMKM bisa tidak membayar utang pokoknya selama 6 bulan atau 9 bulan.
“Untuk usaha kecil bahkan bunganya dibayar disubsidi oleh pemerintah. Sehingga mereka tidak mengalami tekanan dari sisi pembayaran
kreditnya. Untuk usaha kecil pun kita memberikan yang disebut jaminan pinjaman modal kerja,” imbuh dia.
Kemudian dia menambahkan dari sisi perbankan juga diberikan perlindungan oleh pemerintah melalui jaminan pinjaman modal kerja sehingga apabila rasio
kredit macet naik tidak akan memengaruhi cadangan kerugian penurunan nilai.(Anadolu Agency)