• News

Jokowi: 1,2 Juta Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba di Indonesia

akhyar | Senin, 07/12/2020 08:05 WIB

Jokowi: 1,2 Juta Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba di Indonesia Vaksin Sinovac buatan China

Katakini.com - Pemerintah Indonesia menerima 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac China, Minggu malam.

Presiden Joko Widodo juga mengupayakan sebanyak 1,8 juta dosis vaksin bisa tiba di Indonesia pada Januari 2021.

" Vaksin ini buatan Sinovac yang kita uji secara klinis di Bandung sejak Agustus lalu," ujar Presiden Joko Widodo pada Minggu malam saat memberikan keterangan pers secara virtual.

Selain vaksin dalam bentuk jadi, pemerintah juga akan mendatangkan 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku pada bulan ini.

Sementara Januari mendatang akan tiba sebanyak 30 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku yang akan diproses lebih lanjut oleh Bio Farma selaku BUMN produsen vaksin, jelas Jokowi, panggilan Joko Widodo.

"Kita amat bersyukur alhamdulillah vaksin sudah tersedia. Artinya, kita bisa mencegah meluasnya wabah Covid-19. Tapi, untuk memulai vaksinasi masih memerlukan tahapan-tahapan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)," kata Presiden.

Kepala Negara menegaskan, seluruh prosedur ilmiah dalam rangka persiapan vaksinasi harus dilalui dengan baik untuk menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat serta meningkatkan efektivitas vaksin Covid-19 tersebut.

Nantinya, pertimbangan ilmiah serta hasil akhir uji klinis  yang akan menentukan kapan vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan.

Selain itu, Presiden mengingatkan jajaran terkait mengenai persiapan distribusi vaksin-vaksin tersebut ke daerah.

Hal-hal pendukung seperti peralatan, sumber daya manusia, hingga tata kelola vaksinasi sangat penting untuk segera disiapkan.

"Kita tahu telah disiapkan sejak beberapa bulan lalu lewat simulasi-simulasi di beberapa provinsi. Saya yakin, setelah diputuskan vaksinasi dimulai, semua sudah dalam keadaan siap," kata dia.

Namun, kondisi geografis Indonesia yang begitu besar tidak memungkinkan bagi pemerintah melakukan vaksinasi secara serempak.

Untuk itu, Presiden mengajak seluruh pihak untuk tetap memantau dan mengikuti petunjuk serta informasi yang akan diberikan pemerintah.

"Terakhir, meski vaksin sudah ada, kita tetap harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Tetap disiplin dalam 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan). Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkahi kita untuk bisa melewati ujian wabah ini," pungkas dia.

Vaksin buatan Sinovac tersebut dibawa dari Beijing, China dengan pesawat charter Garuda Indonesia dengan nomor registrasi PK-GIC.

Sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 tiba di Tanah Air, Minggu malam, 6 Desember 2020.

Pesawat jenis Boeing 777-300 ER dengan nomor registrasi PK-GIC tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 05.30 WIB.

Pesawat dengan nomor penerbangan GA890 tersebut mendarat di Bandara Beijing Capital International sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Setelah itu, otoritas setempat melakukan pengecekan kelengkapan administrasi.

Vaksin tersebut telah dikemas menggunakan tempat penyimpanan khusus berupa envirotainer untuk menjaga kualitas vaksin.

Sebanyak 1,2 juta vaksin dalam 7 Envirotainer selanjutnya dimasukkan ke bagasi pesawat.

Pesawat kemudian lepas landas dari Bandara Beijing Capital International sekitar pukul 15.30 waktu setempat dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 21.25 WIB.

Setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, envirotainer dibawa ke warehouse Garuda untuk dilakukan pengisian ulang daya.

Setelah itu, vaksin kemudian akan langsung dibawa ke Bio Farma di Kota Bandung, Jawa Barat.(Anadolu Agency)