Presiden Jokowi
Katakini.com - Presiden Indonesia, Joko Widodo mengaku heran angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih tinggi jika dibanding rata-rata angka kematian dunia.
Indonesia saat ini tingkat kematian mencapai 3,1%, sementara angka kematian dunia mencapai 2,32%.
Tentu capaian tersebut menjadi pekerjaan rumah terbesar Presiden Jokowi.
"Yang masih belum dan perlu kita perbaiki adalah angka kematian. Itu kita masih di 3,1%, angka kematian dunia diangka 2,32%," kata Presiden Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna Strategi Implementasi APBN 2021 di Istana Negara Jakarta, Selasa (1/12/2020)
Menurut Jokowi, penanganan Covid sudah berjalan kurang lebih 9 bulan, dan kalau dilihat per 30 November angka kesembuhan di Indonesia 83,6%. Ini lebih baik dari rata-rata angka kesembuhan dunia yang berada diangka 69,03%. Kemudian yang dengan kasus aktif Indonesia juga terus membaik.
Pada bulan September kasus aktif diangka 16,69%, sementara dibulan Oktober dan November masing-masing menjadi 14,26% dan 13,75%.
"Artinya semakin bulan semakin baik, sekarang ini 13,25%. Ini juga jauh lebih baik dari angka rata-rata kasus aktif dunia yaitu diangka 28,55%," katanya.
Presiden Jokowi mengatakan bahwa, tingginya angka kematian kasus Covid di Indonesia disebabkan karena adanya keterlambatan di ventilator dan lain-lain. Karena itu, dirinya meminta Satgas Covid untuk mengawal kasus tersebut.