• News

Jokowi Kecewa Dana Pengadaan Barang dan Jasa Masih Mengendap Rp40 Triliun

yahya | Rabu, 18/11/2020 19:15 WIB

Jokowi Kecewa Dana Pengadaan Barang dan Jasa Masih Mengendap Rp40 Triliun Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Katakini.com- Presiden Indonesia, Joko Widodo mengaku kecewa masih ada dana puluhan triliun yang mengendap dan tidak segera dibelanjakan yang ditemukan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Padahal disisa waktu sebulan, anggaran tersebut bakal tidak terserap dan menjadi sia-sia karena sudah dianggarkan baik melalui APBN maupun APBD.

"Tadi pak Ketua LKPP, Pak Roni menyampaikan ini bulan November tanggal 18 November masih ada yang untuk proses konstruksi. Ini konstruksi ya masih dalam proses itu Rp40 triliun, lah terus pengerjaannya kapan? Tinggal sebulan," kata Presiden Jokowi saat Pembukaan Rakornas Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara virtual di Jakarta, Rabu (18/11/2020).

Menurut Presiden Jokowi dengan waktu tersisa sebulan, maka bisa dipastikan anggaran sebanyak Rp40 triliun tersebut tidak akan menjadi barang. Bahkan diyakininya akan hancur sia-sia jika memang dipaksakan konstruksinya diteruskan.

"November masih Rp40 triliun dan masih konstruksi. Kalau selesai jadi bangunannya seperti apa? Kalau bangunan ya ambruk, kalau jembatan ya ambruk," ujar Jokowi.

Lebih lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengatakan bahwa, dengan kemajuan teknologi sudah seharusnya pengadaan barang dan jasa oleh LKPP bisa dilakukan secara real time. Sehingga proses pengadaan barang dan jasa bisa dipantau secara berkala.

"Jangan sampai nanti diulang-ulang dan semuanya numpuk diakhir tahun. Sekali lagi dalam situasi krisis seperti ini kita butuh kecepatan, karena realisasi belanja pemerintahlah yang mendorong demand, mendorong permintaan konsumsi masyarakat, yang selanjutnya akan menggerakan produksi dan tentu saja kita harapkan ekonomi akan tumbuh kembali," katanya.

Keywords :


Jokowi pengadaan
.